Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto memimpin rapat pertemuan menyelesaikan keberadaan karaoke di Kawasan MAJT di Mako Satpol PP Kota Semarang, Senin (5/8/2019). Foto: ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Diperoleh 10 kesepakatan terkait keberadaan karaoke yang meresahkan warga di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) atau Pasar Johar Baru Kelurahan Sambirejo Kota Semarang.

Kesepakatan tersebut disetujui usai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang mempertemukan pihak-pihak terkait di Mako Satpol PP Kota Semarang Jalan Ronggolawe Kota Semarang, Senin (5/8/2019) siang.

Diantaranya, perwakilan pengusaha karaoke Pingit Mahanani, Ketua Risma JT, Anis Muchabak dan para pengusaha karaoke serta dinas terkait.

Kesepakatan itu, diantaranya terdiri dari pengusaha harus segera melakukan perizinan lewat surat teguran dari Kelurahan Sambirejo, jam operasional buka mulai 20.00 hingga 02.00 WIB, setiap tempat karaoke dilengkapi peredam suara, dilarang melakukan perjudian, dilarang ada prostitusi, dilarang menyediakan minuman keras dan menyesuaikan kegiatan ibadah MAJT.

Perwakilan pemilik karaoke, Pingit Manahani menerangkan, usaha karaoke tersebut merupakan satu-satunya cara untuk menghidupi keluarga para pemilik karaoke. Selain itu juga menggerakkan roda perekonomian di wilayah tersebut.

“Mereka hanya mencari nafkah untuk keluarga mereka. Kita cari solusi bersama-sama bagaimana baiknya agar keberadaan hiburan disana tetap ada dengan aturan-aturan yang disepakati. Mereka tanggung jawab kita terutama pemerintah,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan jika ada ditemui praktik perjudian maupun prostitusi serta ada minuman keras dirinya sendiri yang akan menutup tempat tersebut.

Sehingga dirinya menjamin bahwa adanya hiburan di area tersebut tidak akan mengganggu kegiatan ibadah di MAJT.

Ketua remaja MAJT Anis Muchabak akan membawa kesepakatan tersebut kepada para tokoh MAJT. Dalam kesempatan tersebut pihaknya belum bisa memutuskan langsung.

Pihaknya hanya ingin area sekitar MAJT bebas dari prostitusi, perjudian dan minuman keras. Juga harus tertib administrasi baik secara hukum dan aturan agama.

“Kami ingin agar area sekitar MAJT tidak ada kemungkaran dan menjaga kondusifitas wilayah di wilayah MAJT,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan agar pemilik karaoke mematuhi kesepakatan tersebut. Dia menerangkan, keputusan tersebut belum final karena menunggu agenda silaturahmi dengan tokoh MAJT dengan pemilik karaoke. ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here