Lewat Buku, Guru Dikenang Sepanjang Masa

Kelompok guru SAGUSABU Kabupaten Demak berfoto bersama Wabup H Joko Sutanto dan pejabat Forkompinda usai Upacara Hardiknas 2019, sembari membagikan buku-buku karya mereka guna mendukung Demak Kabupaten Literasi. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Manusia bisa terbatasi usia. Namun goresan tinta pada sebuah karya tulis termasuk buku, manfaatnya akan dikenang sepanjang masa.

Sekiranya berlatar-belakang semangat tersebut, program Satu Guru Satu Buku (SAGUSABU) dirilis. Di samping tentunya untuk mengeksplor keterampilan literasi guru-guru di Kota Wali. Terlebih sejak 2016 telah dicanangkan Demak sebagai Kabupaten Literasi.

Pada launcing puluhan buku karya guru-guru kelompok SAGUSABU usai Upacara Hari Pendidikan Nasional 2019, Ketua SAGUSABU Kabupaten Demak Mudhofar menjelaskan, lewat buku guru dapat menginspirasi peserta didik sehingga lebih semangat belajar. Bahkan ketika guru tak lagi hadir, semangatnya akan tetap ada.

“Guru tak lagi hadir di tengah kelas bisa karena pensiun atau wafat. Namun spirit termuat dalam buku-buku hasil karyanya senantiasa hidup pada sanubari siapa pun yang membaca dan merasakan manfaatnya,” ujar Guru MTs Miftahul Ulum Telogorejo Wonosalam itu, Kamis (2/5/2019).

Meski tak terbatas pada bidang akademik atau pendidikan, karya buku yang dihasilkan wajib memberikan manfaat. Minimal bisa dinikmati peserta didik di sekolah masing-masing. Namun semakin baik ketika mampu menggali potensi daerah.

Sehubungan itu, ratusan guru yang tergabung dalam kelompok SAGUSABU Kabupaten Demak berswadaya mengadakan bintek, pelatihan menulis bahkan riset dengan menghadirkan instruktur ahli di bidangnya.

“Tujuannya tak lain dan tak bukan untuk mengasah keterampilan menulis para guru. Sehingga mampu menghasilkan minimal sebuah buku, di sela kesibukan profesi sebagai pendidik,” imbuhnya, didampingi Pembina Sri Indah Widyastuti, yang juga Kepala SMP Negeri 1 Karangawen.

Sejauh ini, lanjut Mudhofar, ratusan guru yang tergabung dalam Kelompok SAGUSABU Kabupaten Demak telah menerbitkan masing-masing sebuah buku. Meski tidak ada target, jika setiap guru mampu menghasilkan lima buku setahun, maka mereka pun optimis pada peringatan Hardiknas 2020 akan kembali melaunching 1.000 judul buku.

Pada saat sama, Sri Indah Widyastuti menambahkan, MGMP Bahasa Inggris juga menfasilitasi kegiatan pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran dan bahan ajar yang mengintegrasikan keterampilan abad 21. Selain dalam rangka mendukung Demak sebagai Kabupaten Literasi, juga untuk menstimulan peserta didik mencintai aktivitas menulis. rie-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here