Lulusan Udinus jangan Hanya jadi Penonton

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko, MKom mengatakan konsepnya mendirikan bisnis dengan menggunakan teknologi, seperti yang dilakukan oleh Gojek, Toko-toko Online dan Madhang.Id menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Menurutnya menjadi wirausaha diperlukan kemampuan untuk melihat peluang.

“Start-up bisnis sejak awal pendiriannya mereka sudah dirancang untuk menangani

pasar yang sangat besar, yaitu pasar yang melayani jutaan orang yang berada diberbagai penjuru dunia. Menjadi seorang wirausahawan juga harus berani untuk merubah peluang yang ada,” ujarnya saat memberikan sambutan pada wisuda mahasiswa ke 66 dan 67 di Hptel Patra, kemarin

Ia menambahkan, sebagai lulusan Udinus jangan hanya jadi penonton, namun lakukan sesuatu, dan menerapkan konsep kosong namun berisi dengan menghubungkan sesuatu dengan sesuatu secara digital.

“Inti sari dari konsep kosong tapi berisi tersebut adalah menghubungkan. Seperti Facebook, Gojek, dan Bukalapak mereka sama-sama menerapkan konsep menghubungkan dari manusia ke manusia hingga pelanggan dengan pengemudi dan pembeli. Para wisudawan Udinus pasti mampu menerapkan konsep itu,” tambahnya.

Ia mengungkapkan jika memasuki tahun 2019, Universitas Dian Nuswantoro penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada saat Hari Anti Narkoba Internasional. “Dengan penghargaan ini menjadi penyemangat kami untuk terus memberantas penyalahgunaan narkoba dan tentunya menghindarkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ungkapnya.

Selain banyak prestasi mahasiswa hingga level internasional, dosen Udinus juga panen prestasi. Dua dosen Udinus dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi oleh LLDIKTI Wilayah VI, dan akan mewakili Jawa Tengah di level nasional. Mereka adalah Dr Muljono, M.Kom sebagai Dosen Berprestasi Bidang Sains dan Teknologi serta Dr Raden Arief Nugroho, M,Hum sebagai Dosen Berprestasi Bidang Sosial dan Humaniora.

Dari total 1286 wisudawan terdapat 12 mahasiswa yang meraih predikat cumlode sesuai dengan program studi. Ke-12 wisudawan tersebut yakni dari Program Studi Magister Teknik Informatika, Moch. Syahrir dengan IPK 3,96, Program Studi Magister Manajemen atas nama Dadan Awaludin dengan IPK 3,85, Program Diploma 3 Teknik Informatika, Novitha Adhitya Malik dengan IPK 3,74, Program Diploma 3 Penyiaran atas nama Fenny Angesti Sukma dengan IPK 3,77.

Program Sarjana Manajemen diperoleh oleh Rahmah Vantika Sari dengan IPK 3,76 Program Sarjana Akuntansi yakni Lastika Wati dengan IPK 3,78. untuk Program Sarjana Sastra Inggris adalah Paulin Yoan Molina dengan IPK 3,69 dan dari Program Sarjana Sastra Jepang diperoleh oleh Navisa Cintya Nugrahani dengan IPK 3,76.

Sedangkan Program Sarjana Manajemen diperoleh oleh Nadia Fanessa dengan IPK 3,88, Program Sarjana Akuntansi yakni Bunga Kharisma Putri dengan IPK 3,76. untuk Program Sarjana Sastra Inggris adalah Firsadha Rinmutesa dengan IPK 3,77 dan dari Program Sarjana Sastra Jepang diperoleh oleh Sri Rejeki dengan IPK 3,79.

Selain itu, Program Sarjana Kesehatan Masyarakat diperoleh oleh Dinda Rosita Anggun dengan IPK 3,77, Program Diploma 3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, diperoleh oleh Anita Maharani dnegan IPK 3,77. Program sarjana Teknik Elektro didapatkan oleh Laila Zulfadhianti Pratiwi dengan IPK 3,58, dan Program Sarjana Teknik Industri didapatkan oleh Shavira dengan IPK 3,81.

Kepala Humas Udinus, Agus Triyono, S.Sos, M.Si berharap agar para wisudawan mampu menerapkan ilmu yang telah didapatkan di Udinus untuk membangun Jawa Tengah bahkan Indonesia sesuai kemampuannya.

“Kami ingin para mahasiswa mampu membuat inovasi dari segala ilmu di Udinus, seperti contoh membangun start up maupun lainnya supaya dapat memajukan Indonesia ke depan. Karena kelulusan dari perguruan tinggi merupakan awal untuk meningkatkan ilmu,” pungkasnya. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here