By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Material di Kubah, Gunung Merapi Terus Diwaspadai
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Material di Kubah, Gunung Merapi Terus Diwaspadai

Last updated: 19 November 2019 08:35 08:35
Jatengdaily.com
Published: 19 November 2019 08:35
Share
Kepala BPBD Sudaryanto (paling kanan) saat memaparkan siaga bencana musim hujan. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pasca meletusnya Gunung Merapi, masyarakat di radius 3 km diminta tidak melakukan aktivitas terlebih dahulu. Pasalnya, Gunung Merapi masih pada level waspada.

Di satu sisi, ada kemungkinan terjadi letusan-letusan lagi. Mengingat masih ada material di kubah Merapi. Demikian dikatakan oleh Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto, Senin (18/11/2019), dalam diskusi Hot Topic bertemakan Siaga bencana musim hujan.

Menurutnya, sejak 2018 Merapi memang acapkali meletus. Namun meski begitu letusan yang terjadi Minggu (17/11/2019), setinggi 1.000 meter itu, masih aman terkendali.

“Saya sudah kordinasi dengan BPBD Magelang, Klaten, dan Boyolali. Bahkan sudah dibagikan masker buat warga. Di satu sisi, juga selalu memantau dan siaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Yang jelas, masyarakat juga harus memantau informasi,” jelasnya.  Diakui, hujan abu memang terjadi tipis-tipis. Namun tidak mengganggu warga.

Musim Hujan

Sementara itu, memasuki musim hujan tahun ini, hampir seluruh kabupaten dan kota di Jateng rawan bencana. Untuk longsor terjadi, seperti di Kabupaten Banyumas dan Kebumen. Banjarnegara juga rawan tanah longsor terbesar.

Sedangkan banjir di daerah selatan mulai Sukoharjo, Cilacap dan Kebumen. Sedangkan bagian utaranya Brebes sampai Rembang merata.

“Namun masyarakat jangan takut, sebab kami siaga. Termasuk ketersediaan perahu karet dan posko ysng terkodinasi sampai kecamatan,” jelasnya. she

You Might Also Like

Stadion Manahan Diresmikan Jokowi saat Peringatan Haornas
Berikan Kuliah Umum, Mbak Ita Diburu Mahasiswa Unimus untuk Foto Bersama
Korban Tanah Gerak di Tegal Disiapkan Rumah dan Sertifikat
20 Warga Masih Hilang, BPBD Jateng Fokuskan Pencarian Korban Longsor Cilacap
Mahasiswa KKN Undip di Desa Lanjan Ubah Limbah Kulit Kopi Jadi Pupuk
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?