DEMAK (Jatengdaily.com) – Senyum tipis terus mengembang di raut keriput Mbah Ngatemi (74). Meski sesekali tangannya mengusap setetes dua tetes air mata yang nyaris menitik di pipi, namun rona bahagia terpancar.
“Saya tidak pernah mimpi rumah gedhek (berdinding anyaman bambu) yang hanya sepetak ini sekarang ada listriknya. Nanti malam saya bisa tidur diterangi lampu,” ujar ibu delapan anak itu dengan suara parau.
Ucapan terima kasih pun tak henti-hentinya disampaikan nenek puluhan cucu itu kepada sejumlah petugas yang membantu penyambungan listrik gratis, program One Man One Hope (OMOH) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Demak. Bahkan Manajer Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Demak Ririn Harwati, termasuk orang yang tak luput dari pelukan bahagia Mbah Ngatemi.
“Maturnuwun Bapak Ibu dari PLN. Rumah saya sekarang tidak remang-remang lagi. Semoga menjadi berkah bagi Anda semuanya. Aamiin,” doanya.
Mbah Ngatemi menjadi bagian dari sebanyak 148 sambungan baru dikerjakan PLN UP3 Demak bagi warga miskin. Sehubungan program One Man One Hope (OMOH) yang dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-74.
Di sela penyerahan simbolis Sertifikat Layak Operasional serta penyalaan listrik perdana di kediaman Mbah Ngatemi Hasim (74) di Desa Telogorejo Kecamatan Wonosalam, Manajer PLN UP3 Demak Ahmad Samsuri menjelaskan, OMOH merupakan penjabaran semangat ‘BUMN Hadir untuk Negeri’.
Gerakan penggalangan dana dari karyawan PLN tersebut donasinya digunakan menyokong program pemerataan listrik di seluruh Indonesia. Karenanya melalui gerakan OMOH diharapkan semakin banyak masyarakat mendapatkan layanan dan menikmati sambungan listrik.
OMOH disebutkan pula sebagai gerakan sosial ‘gratis’ pasang listrik baru bagi rumahbtangga miskin. Pada tahap awal, OMOH di PLN UP3 Demak akan dikerjakan 148 sambungan baru. Berdasarkan skala prioritas, listrik dengan daya 450 VA akan disambungkan pada rumah tangga warga miskin di wilayah Unit Layanan Pelanggan (ULP) Demak, Tegowanu, Purwodadi dan Wirosari. Rumah tangga miskin dimaksud adalah hasil survei petugas PLN, sebagaimana termuat dalam Basis Data Terpadu (BDT) serta belum tersalur listrik.
Khususnya di wilayah ULP Demak terdapat 15 warga kurang mampu sebagai penerima manfaat. Sembilan di antaranya tercatat warga Desa Sidoharjo Kecamatan Guntur. Sedangkan enam sisanya adalah warga Desa Telogorejo Kecamatan Wonosalam.
“Intinya program OMOH ini wujud kepedulian kami pada masyarakat. Yakni berupaya senantiasa memberikan sesuatu bermanfaat untuk warga tidak mampu khususnya, sesuai bidang layanan PLN,” imbuh Ahmad Samsuri.
Turut hadir pada acara simbolis penyalaan perdana listrik dan penyerahan Sertifikat Layak Operasi di kediaman Mbah Ngatemi Hasim dan Muntiah, warga RT 2 RW 1 Desa Telogorejo Wonosalam adalah Ketua Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati PLN UP3 Demak Ny Endah Rahayu Samsuri, serta Manajer Bagian Keuangan dan SDM, Administrasi PLN UP3 Demak Indra Syamsul Al Hakam. Di samping Kepala Desa Telogorejo Suhudi, berikut jajaran perangkat desa. rie-yds


