Oleh: Warsidi S.ST, MSi (warsidi.skh@gmail.com)
Statistisi Muda pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukoharjo
PEKAN LALU, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar “Pesta Rakyat Jateng 2019” di Kabupaten Wonogiri dalam rangka memperingati Hari Jadi ke – 69. Berbagai perhelatan seni dan budaya tradisional hingga pentas musik digelar untuk menghibur masyarakat. Termasuk di dalamnya penyediaan lowongan kerja untuk lulusan SMA/SMK hingga S-2 dan Profesional melalui Job Fair 2019 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah yang diikuti sekitar 60 perusahaan lokal dan nasional.
Tersedianya ribuan lowongan kerja di acara job fair ini diharapkan mampu menyerap angkatan kerja yang ada. Penyediaan acara job fair ini merupakan salah satu solusi untuk menurunkan angka pengangguran yang masih tinggi dan diharapkan dapat meningkatkan nilai daya beli masyarakat sebagai salah satu cara untuk membuat sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
“SDM Unggul Indonesia Maju” merupakan tema peringatan HUT RI ke – 74 Tahun 2019, hal ini selaras dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor (17/7/2019). Visi Indonesia salah satunya adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), di mana prioritas pembangunan tertuju kepada pembangunan sumber daya manusia yang menjadi kunci Indonesia ke depan. Pembangunan SDM adalah menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu atau kematian bayi meningkat. SDM sebagai fokus utama dan sasaran dari proses pembangunan itu sendiri.
Untuk memenuhi kebutuhan data sebagai bahan evaluasi proses pembangunan manusia, maka BPS melalui pendataan Sensus Penduduk (SP) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) menyediakan tentang kebutuhan indikator tersebut, dengan menghasilkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. IPM merupakan sebagai indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. Manfaat lain dari IPM yaitu dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara.
Tiga Dimensi Dasar
IPM merupakan indeks komposit yang terdiri 3 dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak. BPS mencatat bahwa pembangunan manusia di Jawa Tengah pada Tahun 2018 mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan angka IPM sebesar 71,12 meningkat sebesar 0,6 point dari Tahun 2107 sebesar 70,52. Gambaran dari kondisi sumber daya manusia di Jawa Tengah yaitu bayi yang lahir di Tahun 2018 memiliki harapan untuk hidup hingga 74,18 tahun, lebih lama 0,1 tahun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Anak – anak yang di Tahun 2018 telah berusia 7 tahun akan memiiki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,63 tahun (Diploma) lebih lama 0,06 dibandingkan Tahun 2017. Penduduk yang berusia 25 tahun ke atas, secara rata – rata telah menempuh pendidikan selama 7,35 (kelas VII SMP) lebih lama 0,08 dibandingkan tahun sebelumnya. Masyarakat pada Tahun 2018 dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan rata – rata pengeluaran perkapita sebesar 10,777 juta rupiah per tahun meningkat 400 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka IPM di Jawa Tengah menempatkan pada level pembangunan manusia “tinggi”. Namun masih perlu ditingkatkan karena berada di ambang batas bawah. Peningkatan indikator angka harapan hidup dapat ditingkatkan dengan intervensi pemerintah di antaranya dengan perbaikan sarana dan prasarana kesehatan, memantau kesehatan ibu dan anak, terutama ibu hamil dan balita. Kesehatan ibu dan anak sangatlah penting, karena merupakan generasi penerus. Kesehatan ibu sering berkaitan dengan kesehatan anak. Jangan sampai terjadi prevalensi stunting karena akan mempengaruhi kesehatan yang diakibatkan stunting tersebut. Perlunya pemberian makanan tambahan yang diberikan kepada ibu hamil dan balita.
Anggaran pemerintah minimal sebesar lima persen dari APBN harus dialokasikan untuk kesehatan. Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai salah satu program bantuan sosial bersyarat untuk membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan layanan kesehatan.
Modal Utama
Modal utama yang harus dimiliki suatu bangsa untuk meningkatkan potensinya yaitu kesehatan dan pendidikan. Dari kedua aspek tersebut dapat menciptakan manusia yang berkualitas. Dilihat dari indikator lama sekolah mengalami kenaikan, hal ini menjadi perubahan yang positif. Banyak penduduk yang bersekolah dan menuntaskan hingga lulus meskipun tidak merata di semua tingkatan pendidikan.
Pemerintah dapat mengintervensi untuk membangun SDM dengan meningkatkan akses ke fasilitas pendidikan, perbaikan infrastruktur, pemberian pendidikan gratis. Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari belanja negara diharapkan mampu mengatasi permasalahan di dunia pendidikan. Bantuan pendidikan gratis dan beasiswa dari jenjang prasekolah hingga SD, SMP dan SMA, bahkan sampai pendidikan tinggi bagi anak – anak yang berpotensi terutama bagi yang kurang mampu.
Rencana Pemprov Provinsi Jawa Tengah untuk membangun lagi SMKN Provinsi dan menggratiskan untuk siswa yang tidak mampu perlu diapresiasi. Kebijakan pemerintah yang baru saja yaitu penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) demi pemerataan untuk jenjang SD, SMP dan SMA.
Pada dasarnya anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pemerintah, tidak boleh ada diskriminasi hak eksklusif, sehingga anak dari keluarga yang kurang mampu dapat menyekolahkan anaknya di sekitar rumah, tidak perlu biaya transportasi, dengan harapan anak didik dapat meneruskan sekolah sampai lulus tidak mengalami drop out.
Semakin tinggi pendidikan yang dimiliki maka akan semakin memperluas peluang seseorang. Manusia yang berpendidikan tinggi cenderung akan memperhatikan tingkat kesehatan. Disamping itu juga berpeluang mendapatkan pekerjaan dan pendapatan yang layak. Oleh karena itu, pendidikan menjadi penting sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas manusia agar dapat memperluas peluang mereka.
Tingkat pendapatan masyarakat menentukan tingkat daya beli masyarakat, konsumsi hingga kebutuhan gizi. Sosial inklusif salah satu kunci untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Perlunya menempatkan martabat dan kemandirian individu untuk mencapai kualitas hidup yang ideal. Masyarakat kecil diberi kesempatan untuk menikmati pendidikan dan kesehatan. Pemerintah perlu meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana, termasuk infrastruktur untuk menunjang sosial inklusi dan pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan sarana dan prasarana salah satunya adalah pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang ada di perdesaan. Pendirian ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan menyerap angkatan kerja. Meningkatnya angkatan kerja yang bekerja akan mampu memberi kontribusi pada pendapatan sehingga mengangkat daya beli masyarakat disamping mengurangi pengangguran dan menekan kemiskinan. (Jatengdaily.com/yds)
0



