By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pascaletusan, Status Merapi Tetap Waspada
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pascaletusan, Status Merapi Tetap Waspada

Last updated: 15 Oktober 2019 18:53 18:53
Jatengdaily.com
Published: 15 Oktober 2019 18:53
Share
Puncak Merapi dilihat dari Bukit Klangon, Sleman DIY. Foto: yanuar
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Selang sehari setelah Gunung Merapi mengeluarkan awan panas letusan, namun hingga Selasa (15/10/2019) statusnya tetap Waspada. Aktivitas masyarakat di lereng Merapi juga seperti hari-hari biasa.

Kepala Balai Penyelidikan dan Perkembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida menyatakan, setelah terjadi letusan awan panas kemarin, saat ini kondisi aktivitas Gunung Merapi kembali normal. Sudah rendah lagi aktivitasnya. Artinya setelah terjadi letusan awan panas kemarin sore, saat ini kembali normal.

Menurut dia, letusan awan panas tersebut merupakan akumulasi gas yang ada di permukaan Gunung Merapi yang tidak terduga-duga sebelumnya atau tidak terindikasi. “Jadi dari segi kegempaannya pun tidak ada perubahan yang signifikan,” katanya.

Dikatakan, meskipun aktivitasnya sudah kembali normal, status Gunung Merapi tetap waspada hingga saat ini. Artinya masyarakat harus tetap waspada dengan aktivitas Merapi karena potensi susulan masih ada. Status waspada Gunung Merapi ditetapkan sudah sejak 21 Mei 2018.

Seperti diketahui Gunung Merapi pada Senin (14/10/2019) sore mengeluarkan awan panas letusan dengan tinggi kolom 3.000 meter. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun twitter resminya, BPPTKG menyebutkan awan panas letusan Gunung Merapi yang terekam di seismogram pada pukul 16:13 WIB memiliki durasi 270 detik dengan amplitudo 75 mm.

Akibat letusan tersebut sejumlah di desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Magelang terjadi hujan abu tipis. Beberap[a kecamatan terlanda hujan abu yakni Srumbung, Dukun, Salam, Sawangan, Muntilan, dan Mungkid. yds

You Might Also Like

Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Operasikan Tiga Kereta Api Tambahan
Jenazah Eril Anak Ridwan Kamil Akhirnya Ditemukan di Bendungan Engehalde Swiss, akan Dimakamkan di Indonesia
Ganjar Dukung Pemberantasan Mafia Tanah
Agar Liga 1 Bisa Jalan, Stakeholder Sepak Bola Harus Patuhi Aturan Polri di Piala Menpora
Pemerintah Segera Bangun 66 RS di Daerah 3T untuk Pemerataan Kesehatan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?