Pelatihan para kepala sekolah diwarna keluhan. Foto: wing

PEMALANG (Jatengdaily.com)– Sejumlah kepala sekolah SD dan SMP di Kabupaten Pemalang mengeluhkan adanya dugaan pungutan, dalam pelaksanaan bimbingan dan pelatihan. Seperti diketahui, sedikitnya 800 peserta mengikuti Bimbingan dan Pelatihan Peningkatan Mutu Guru dan Tenaga Pendidikan Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Manajemen dan Administrasi Sekolah bagi SD/SMP.

Namun, mereka justru mengeluhkan kegiatan tersebut yang undangannya dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan berlangsung selama dua hari itu. Hal tersebut karena selain harus membayar Rp 500.000, ada kejanggalan dalam surat undangan tersebut.

Sejumlah kepala sekolah mengungkapkan, pihaknya merasa keberatan dengan biaya sebesar Rp 500 Ribu terlebih dalam kondisi seperti sekarang. Hal tersebut bahkan lebih memberatkan lagi untuk sekolah dengan siswa terbatas, padahal kebutuhan sekolah saat ini cukup banyak.

Kedua, pembayaran biaya pelatihan pengirimannya ke rekening atas nama lembaga AWPI DPC Pemalang, tetapi saat diberikan kuitansi namanya berubah lagi menjadi sebuah CV Multiton Graphindo di Sragen, padahal surat undangan pakai kop resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, M Arifin dan Sekretaris Dinas, Aditya Dwikadana, secara terpisah membenarkan adanya kegiatan tersebut.

Disebutkan olehnya bahwa bimbingan dan pelatihan peningkatan kualitas mutu guru dan tenaga pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen dan administrasi sekolah bagi SD dan SMP, di salah satu hotel dari tanggal 20-23 Agustus, yang kurang lebih diikuti 800 orang.

Tujuan kegiatan murni untuk peningkatan mutu guru dan tenaga pendidikan, dengan pembiayaan dari sertifikasi ataupun dana BOS. Dan itu dilaksanakan melalui pihak ketiga yakni sebuah CV sebagai event organizer (EO). Dan sebelumnya sudah melalui rapat dan tidak ada yang keberatan, karena memang tidak wajib.

“Soal nama rekening atas nama asosiasi, sudah kita tarik dan diganti dengan nama pihak ketiga selaku pelaksana,”jelasnya.

Untuk narasumber sendiri antara lain dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Kejaksaan Negeri Pemalang, ataupun dari Inspektorat kabupaten. Selain itu selama tiga tahun terakhir baru kali ini diadakan kegiatan pelatihan dan peningkatan mutu. wing-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here