By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Rencana Penutupan SK Kian Dekat, Pengurus Resos Minta Pemkot Bijak
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Rencana Penutupan SK Kian Dekat, Pengurus Resos Minta Pemkot Bijak

Last updated: 1 Agustus 2019 17:29 17:29
Jatengdaily.com
Published: 1 Agustus 2019 17:28
Share
TINGGAL KENANGAN: Kegiatan di resosialisasi Argorejo yang pro kontra, kini bakal tinggal kenangan. Foto: Ugl
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Rencana Pemkot Semarang akan melakukan penutupan lokalisasi Sunan Kuning (SK), kini sudah semakin dekat. Ibarat, tinggal menghitung hari. Pengurus lokalisasi Sunan Kuning Semarang Suwandi Eko Putranto, Kamis (1/8/19) minta agar pemerintah bijak dalam menutup Lokalisasi SK. Apalagi, kegiatan porstitusi di lokalisasi tersebut telah menjadi sumber kehidupan bagi warga binaan dan masyarakat sekitar.

“Kalau pun ditutup, kami minta hanya prostitusinya saja, sedangkan usaha karaoke dan lainnya seperti kuliner tetap dapat berlangsung untuk sumber pendapatan masyarakat dan ratusan warga binaan,” pinta Suwandi.

Ia setuju saja jika Pemerintah Kota Semarang akhirnya menutup Resos Argorejo. Namun, usaha karaoke dan kuliner tetap boleh beroperasi sebagai mata pencaharian warga.

“Kami minta Pemerintah bijaksana menutup Resos Argorejo, karena menyangkut mata pencaharian 475 warga binaan dan masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Di sisi lain, menurut Suwandi penutupan kegiatan rostitusi sebaiknya dilakukan secara matang, yakni dengan memberikan pelatihan keterampilan pada warga binaan dan masyarakat terdampak.

“Jangan sampai seusai ditutup akan menimbulkan permasalahan baru seperti pengangguran dan kemiskinan serta kerawanan kejahatan sosial,” tegasnya.

Dikatakan, pemerintah diharapkan menutup lokalisasi Argorejo secara manusiawi, yakni secara bertahap dengan diberikan pelatihan wirausaha dan edukasi keagamaan serta sosial. Suwandi khawatir, jika rencana penutupan lokalisasi SK dilakukan secara seketika akan menimbulkan gejolak masyarakat Argorejo. Ugl–st

You Might Also Like

Mahasiswa Universitas Bosowa Kunjungi Lanud Sultan Hasanuddin
Bulan Juli 2021, Bencana Hidrometeorologi Masih Mendominasi
Presiden Sambut Hangat dan Gembira Kunjungan Paus Fransiskus
Hari Anak Nasional, 1.091 Narapidana Anak Dapat Remisi, 23 Orang Bebas
Lonjakan Wisatawan Masih Ada Sejak Awal Tahun di Kota Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?