SEMARANG (Jatengdaily. com) – Bagaimana jika Master Dedy Corbuzier dan trainer yang juga motivator muda Sfafii Efendi berbicara di hadapan 3.000 mahasiswa. Pastinya suasana penuh semangat yang terasa.
Mereka bicara dalam konferensi internasional dengan tema Health lifestile in the era industrial revolution 4,0, Minggu (8/12/2019), di Semarang yang diselenggarakan oleh Wirausaha Muda Nusantara (Winmus0)DPD Jateng Bersama Sukses Muda Indonesia dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ngudi Waluyo.
Dedy lebih banyak bicara tentang kesehatan. Menurutnya, saat ini makan-makan atau kulineran tidak terlepas dari perkembangan IT. Hal ini tak bisa dipungkiri, sebab sedikitnya 200 juta postingan di Instagram dengan #hastag food saat ini bisa ditemukan. ”Ini berdampak pada tingkat obesitas (kegemukan atau kelebihan berat badan) yang naik 30%,” jelasnya.
Postingan menu dan kulineran itu adalah beragam. Mulai dari makanan di hotel bintang lima sampai mi instan sekalipun. Kondisi ini berpengaruh sehingga menyebabkan, ingin menikmati kulineran yang beragam.
”Padahal apa yang diposting di sosial media tidak semuanya sehat buat mental kalian,” jelas Dedy, yang nampak semangat memberi masukan terkait kesehatan kepada anak muda yang kebanyakan mahasiswa ini.
Menurutnya, gaya hidup sehat dengan olahraga, makan sehat dan menjalankan pola hidup sehat dalam keseharian akan bisa jadi pijakan untuk hidup sehat.
Sfafii Efendi mengatakan, untuk menjadi pemimpin, harus dimulai dari memimpin diri sendiri dengan bijak. ”Caranya adalah mengatur kesehatan pribadi. Bagaimana generasi muda harus bisa mengatur dirinya sendiri dulu. Baru bisa mengatur negara. Sebab, kekuatan tertinggi ada pada diri sendiri, untuk mengendalikan dan mengelola fisik dan psikoligis,” jelasnya.
Psikologis meliputi mentalitas, iman, pengetahuan dan lainnya. Sedangkan fisik meliputi kesehatan, yakni mengatur dan menjaga kesehatan. Sehingga, jika duanya telah ‘dikuasai’ akan bisa menjadi individu yang produktif.
Di satu sisi, menurutnya, saat ini bukan lagi era untuk melakukan tindakan-tindakan yang kontra produktif. Namun bagaimana generasi muda, harus turut membangun negara. Era digital, bisa membuka segala peluang lapangan kerja, sehingga bisa turut mengurangi kemiskinan, dengan mebuka lapangan kerja, dan lainnya. Jangan pertaruhkan pikiran yang nggak ada manfaatnya,” jelasnya. Hadir juga Ketua KNPI Jateng Tino Indra Wardono. she

