By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Siti Dhuriyari Gantung Diri Sambil Gendong Anak Balitanya
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Siti Dhuriyari Gantung Diri Sambil Gendong Anak Balitanya

Last updated: 2 September 2019 12:30 12:30
Jatengdaily.com
Published: 2 September 2019 12:30
Share
Petugas mengecek kondisi korban yang meninggal dunia akibat gantung diri, Senin (2/9/2019). Foto : dok.Polres Semarang.
SHARE

TUNTANG (Jatengdaily.com) – Tindakan nekat dilakukan oleh Siti Dhuriyari (36), seorang janda warga Dusun Krajan RT 01 RW 04 Desa Kesongo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Dia didapati tewas gantung diri sambil menggendong anaknya yang masih balita di dapur rumahnya, Senin (2/9/2019) sekira pukul 03.00 WIB.

Kasubag Humas Polres Semaranag, Iptu Budi Supartoko mengungkapkan, orang yang kali pertama mengetahui tindakan nekat Siti mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri adalah Regarningsing (42), tetanggnya. Saksi Regarningsing mendengar ada suara tangisan bayi dari dapur rumah korban.

‘’Saksi Regarningsing dan Dul Majid (ayah Siti Dhuriyari, red) menuju dapur. Mereka kaget ketika mendapati korban gantung diri, dan kondisinya sudah meninggal dunia,’’ ungkapnya.

Menurut Budi, korban gantung diri menggunakan tali yang diikatkan pada kayu blandar dapur rumahnya. Korban menggunakan kursi plastik sebagai tumpuan saat melakukan gantung diri.

‘’Korban gantung diri sambil menggendong anaknya. Saksi Regarningsing dan Dul Majid bergegas mengambil anak korban dari gendongan,’’ jelasnya.

Kejadian gantung diri tersebut lantas dilaporkan ke Polsek Tuntang. Anggota Polsek Tuntang dipimpin Kapolsek Tuntang AKP Susanto langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan seperti bekas tindakan kekerasan atau penganiayaan.

‘’Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan bidan Desa Kesongo tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka-luka pada tubuh korban. Kematian korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri. Diperkirakan korban frustasi karena beban hidupnya, sehingga nekat gantung diri untuk mengakhiri hidupnya,’’ jelas Budi Supartoko.

Budi menambahkan, pihak keluarga menyatakan menerima atas kematian korban. ‘’Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan diketahui Pak Kades, korban tidak perlu dilakukan autopsi,’’ imbuhnya. rus-yds

You Might Also Like

Jatuh dari Motor, Pengendara Motor di Wonogiri Meninggal Tertabrak Truk
Cegah Sebaran HIV/AIDS, Puskesmas Gajah I Gencarkan VCT
Pemerintah Iran dan Kota Semarang Gagas Kolaborasi Sister City Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
PGSI Usul Blueprint Pembelajaran Masa New Normal
Tak Lagi Kelola Stadion Citarum, PSIS akan Manfaatkan Lapangan Wisesa
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?