in

Cegah Sebaran HIV/AIDS, Puskesmas Gajah I Gencarkan VCT

Tim medis Puskesmas Gajah I saat melakukan VCT pada seorang warga terdiagnosis HIV sebagai upaya screening pencegahan perluasan paparan. Foto : ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Fenomena gunung es terkait sebaran HIV/AIDS wajib tetap diwaspadai masyarakat. Sebab meski ada obat anti-retroviral (ARV) yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan HIV, namun penderita HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan, hingga risiko tertingginya adalah kematian.

Sehubungan itu Puskesmas Gajah I menyelenggarakan ‘Pemeriksaan HIV dan Konseling’ gratis bagi masyarakat pada 29 Agustus 2022. Dengan materi tentang pentingnya minum obat secara rutin bagi pasien HIV.

Kepala Puskesmas Gajah I dr Luthfi Hakim menjelaskan, pemeriksaan HIV atau Human Immunodeficiency Virus masuk dalam salah satu layanan puskesmas. Mengingat risiko kematian maupun penularannya yang tinggi khususnya pada kelompok rentan.

“Maka itu kegiatan pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan konseling menjadi agenda rutin bulanan sebagai upaya screening HIV pada kelompok risiko tinggi. Kegiatan ini langsung di bawah pengawasan Kepala Puskesmas,” ujarnya, didampingi Programer HIV Erna Irawati SKep Ners dan Programer Promkes Suwarsih SKep Ners, Rabu (31/8).

Lebih lanjut disampaikan, dengan dilakukannya tes HIV secara berkala, infeksi HIV dapat terdeteksi lebih dini. Sehingga seseorang yang terdiagnosis menderita HIV, bisa segera memulai pengobatan, serta melakukan perubahan perilaku dan gaya hidup. “Semakin cepat infeksi HIV ditangani, semakin cepat pula pengendalian virus tersebut di dalam tubuh,” imbuh dr Luthfi Hakim.

Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan KIE atau Komunikasi Informasi Edukasi berupa konseling kepada peserta LSL (laki-laki suka laki-laki). Tema konseling yakni bahaya HIV dan pentingnya minum obat ARV. Lanjut dengan pelaksanaan VCT pada LSL yang hadir.

Setelah hasil VCT keluar, langsung diserahkan kepada konselor. Agar bisa diberikan konseling tentang bahaya HIV dan pentingnya minum obat ARV bagi penderita HIV. Hasil pemeriksaan bersifat rahasia dan dijaga keamanannya, sebagai bentuk perlindungan sesuai amanah undang-undang.

Meski VCT terbuka bagi masyarakat umum, namun menjadi target VCT adalah kelompok risiko tinggi serta ibu hamil. Sebab HIV berpotensi ditularkan ibu hamil pada bayinya, jika ibu hamil yang terdiagnosis terinfeksi HIV tidak mendapatkan penanganan sesuai SOP pasien HIV.
Kegiatan konseling HIV di Puskesmas Gajah I melibatkan Konselor yaitu Erna Irawati SKep Ners (Program HIV), Suwarsih SKep Ners (Promosi Kesehatan), serta Ernawati SKM (Promoter). Sementara pemeriksaan VCT di Laboratorium Puskesmas Gajah I oleh Ambarwati AMAK.rie-st

Written by Jatengdaily.com

Gelombang Pasang Terjang Kawasan Wisata Pantai Cilacap

Sertifikasi Pustakawan Mandiri di Unissula Dihadiri Empat Assesor