Tekan 112, Tak Kurang dari 20 Menit Terlayani

Walikota Hendrar Prihadi usai luncurkan layanan call center 112 versi 3 berfoto bersama. Foto: Ugl

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota Semarang meluncurkan layanan call center 112 versi 3 yang dapat digunakan  masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan lebih cepat.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, peristiwa kegawatdaruratan dipastikan bisa tertangani maksimal 20 menit melalui layanan call center 112 yang teraktual ini.

“Layanan 112 ini upaya kami membuka media komunikasi dengan masyarakat, khususnya untuk kedaruratan yang perlu respon cepat seperti kebakaran, orang sakit, kecelakaan, semua bisa diakses. Maksimal 20 menit situasi bisa diatasi,” kata Hendi, usai peluncuran layanan tersebut di Hotel Semesta, Rabu (16/10/2019).

Kehadiran layanan call center 112 versi 3 ini menurut Hendi tidak serta merta seluruh masyarakat melapor melalui call center ini. Pelayanan Lapor Hendi yang sudah berjalan selama ini juga tetap ada.

“Hanya saja, layanan call center 112 ini lebih mengutamakan pelayanan kegawatdaruratan. Apalagi, dengan call center 112 versi 3 ini, sejumlah OPD sudah terintegrasi,” katanya.

Dikatakannya, kalau kegawatdaruratan langsung bisa kontak dan berbicara melalui 112. Tetapi, kalau Lapor Hendi umumnya masalah yang tidak seketika langsung ditangani seperti, jalan rusak atau saluran mampet

Kepala Diskominfo Kota Semarang, Bambang Pramusinto menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah meluncurkan layanan Lapor Hendi untuk pengaduan masyarakat. Kemudian, Pemkot melengkapi layanan pengaduan melalui call center 112.

“Supaya tidak bingung, kami integrasikan. Adapun Call Center 112 versi 3 ini, kami tambahi vitur. Layanan baru ini kami integrasi dengan sejumlah OPD, sehingga bisa bergerak bersama menangani aduan masyarakat.

Misal, ada kejadian kebakaran. Petugas call center langsung forward ke Damkar dan Polisi,” jelasnya.

Layanan call center 112 versi 3 ini, sambung Bambang, sudah terintegrasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Kepolisian. OPD lain rencananya juga akan diintegrasikan dengan call center 112 versi 3 ini.

“Jika terdapat kejadian darurat di wilayah perbatasan Semarang, OPD Kota Semarang terkait juga bisa langsung melakukan penanganan. Misal Mranggen kebakaran, kami langsung bantu tidak harus nunggu dari kabupaten setempat,” tambahnya.

CEO ESA Kreasi Negeri, Agung Susanto mengatakan, call center 112 versi 3 ini memang dikemas untuk mempercepat pelayanan melalui sistem pengintegrasian.

“Termasuk Wali Kota, Pak Hendi bisa langsung mengecek berapa penelepon dalam sehari, berapa yang ditangani, dan berapa yang tidak diangkat,” katanya.

Pihaknya juga akan mengembanggkan pelayanan ini dengan mobile application. Nantinya, melalui mobile application masyarakat akan lebih mudah menggunakan layanan ini. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here