Siswa SMP IT PAPB memasukkan tulisan kata mutiara, dalam kegiatan pesantren Ramadan. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Momen Ramadan harus disyukuri. Sebab, bisa untuk berbuat baik dan minta ampun. “Dengan pesantren Ramadan yang digelar oleh sekolah, siswa bisa sadar untuk memperbaiki diri. Maka kalian bisa menyelesaikan masalah dengan solusi yang tepat. Belajar mandiri, dan belajar agama lebih mendalam,” jelas Kepala SMP IT PAPB Semarang, Ramelan SH MH, Sabtu (11/5/2019).

Dia mengatakan saat membuka pesantren Ramadan yang berlangsung lima hari ke depan. Pesantren ini diikuti sebanyak 395 santri putri dan putra yakni siswa kelas 7 dan 8, dan berlangsung di lingkungan sekolah.

Mengapa belajar mandiri, menurutnya, siswa dilatih fokus, tidak membawa hp, dan nonton tv. Di satu sisi, siswa mengikuti kegiatan peribadatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, seperti salat tarawih, tahajud, dan dilanjut subuh berjamaah, mengaji dan belajar hadis dan Alquran.

Sedangkan peran orangtua, adalah mengirim makanan untuk berbuka puasa dan saur. Sehingga ada keterikatan orangtua dan anak.

“Hasilnya diharapkan, selain lebih mandiri dan meningkatkan kemampuan beribadah, ke depan, siswa akan lebih santun, sopan, sayang ke sesama, sehingga orang tua bahagia. Juga menambah pengetahuan dan pengalaman yang tak terlupakan bagi siswa,” jelasnya.

Hadir juga Ir H Sayuti Sekretaris Yayasan Amal PAPB. Dalam kesempatan ini, para siswa memasukkan tulisan berupa kata mutiara, yang spontan dibuat mereka ke dalam guci. Nantinya, akan dibukukan, saat penutupan dikasihkan ke sekolah. Hal ini sebagai bagian untuk membangun budaya literasi. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here