Tersangka dengan sepeda motor sebagai barang bukti. Foto: wing

SLAWI (Jatengdaily.com)– Uang jajan kurang, tiga siswa MTS nekat mencuri motor itulah pengakuanya saat di cokok polisi karena aksinya ketahuan, pengungkapan sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Tegal cukup mengejutkan. Ironisnya, dari sejumlah pelaku yang diamankan tiga di antaranya masih berstatus pelajar.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto melalui Kasatreskrim AKP Bambang Purnomo mengatakan dari belasan pelaku, beberapa di antaranya merupakan pelajar MTs. Mereka bukan saja sebagai penunjuk arah, melainkan sudah berperan sebagai eksekutor.

“Modus yang dilakukan pelaku yakni dengan berboncengan menuju lokasi yang sudah diincar. Kemudian salah satu pelaku turun dan langsung membawa kabur sepeda motor,” katanya, Senin (26/8/2019).

Sementara itu kata Bambang, pihaknya merasa prihatin karena belakangan masih terdapat anak yang berhadapan dengan hukum. Karenanya, dia berharap agar semua pihak dapat berperan aktif untuk mencegah itu terjadi kembali.

“Ini merupakan keprihatinan kita bersama karena masih ada anak berurusan dengan hukum,” ujar Bambang.

Sementara RR (14), salah seorang pelaku, mengaku nekat melakukan aksi itu untuk mendapatkan sejumlah uang. Itu untuk digunakan sebagai tambahan uang saku. “Uangnya untuk beli jajan. Sama orang tua sih sudah dikasih tapi masih kurang,” ujar RR.

Sementara dari ketiga pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur seorang diantaranya mendapatkan diversi hukum. Sementara lainnya menjalani proses hukum. wing-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here