By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Atasi Kelangkaan, Pemerintah Tambah Stok Pupuk Jateng
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Atasi Kelangkaan, Pemerintah Tambah Stok Pupuk Jateng

Last updated: 26 September 2020 05:18 05:18
Jatengdaily.com
Published: 26 September 2020 05:18
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Persoalan kelangkaan pupuk di Jawa Tengah yang selama ini dikeluhkan petani menemui titik terang. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerangkan, pemerintah pusat telah menyetujui penambahan pupuk yang diajukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sudah minta tambahan kuota, sudah ada jawaban. Kalau tidak salah, ada 1 juta ton penambahannya secara nasional, dialokasikan per kabupaten/kota,” kata Ganjar usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Jateng, Jumat (25/9/2020)

Penambahan kuota pupuk itu akan didistribusikan tahun ini. Sebab, kelangkaan memang sudah terjadi ditambah adanya percepatan tanam yang digerakkan Kementerian Pertanian.

“Ini (penambahan) untuk tahun ini, karena kurangnya sekarang, apalagi ada percepatan tanam dari Kementan. Makanya kami menghitung dan mengajukan penambahan itu,” tegasnya.

Ganjar menjelaskan kelangkaan pupuk yang terjadi selama ini dikarenakan karena kurangnya alokasi. Sehingga, pembagian sangat sulit dilakukan dan harus benar-benar tepat sasaran.

“Inilah mengapa harus ada kartu tani, agar semuanya presisi. Saya minta penyuluh pertanian juga menyampaikan hal itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Suryo Banendro mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penambahan kuota pupuk bersubsidi di Jateng pada 15 Juni lalu. 

Suryo juga membenarkan bahwa pemerintah pusat sudah menyetujui penambahan pupuk secara nasional.

“Kami mengajukan penambahan sebanyak 390.000 ton. Mudah-mudahan terealisasi semuanya untuk memenuhi kekurangan pupuk petani di Jawa Tengah,” harapnya. she

You Might Also Like

Banjir di Gorontalo dan Bone Bolango, Ribuan Warga Terdampak
Pelaku Penipuan dan Penggelapan Mobil Ditangkap Polisi
STIEPARI Semarang Kampus Berbasis Pariwisata Terbaik di Jateng dan DIY
Pertanian Berbasis Pasar
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Indonesia Perbanyak Dokter Spesialis
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?