CILACAP (Jatengdaily.com) – Banjir di wilayah Kabupaten Cilacap mulai surut Minggu (1/11/2020). Warga pun mulai meninggalkan pengungsian untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
Sejumlah desa masih terjadi genangan, namun relatif rendah. Tinggi genangan air sekitar 40 centimeter, sehingga warga bisa kembali ke rumahnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Heru Kurniawan mengatakan, berdasarkan data, banjir di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, secara keseluruhan sudah surut meskipun sebanyak 125 keluarga yang terdiri atas 250 jiwa masih terdampak.
Ia mengatakan sebanyak 41 keluarga yang terdiri atas 95 jiwa di Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, masih terdampak banjir sehingga mereka mengungsi di rumah tetangga, sedangkan banjir di Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya, saat sekarang telah surut dan tidak ada lagi rumah yang terdampak.
Kecamatan Nusawungu secara keseluruhan banjir sudah surut. Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kroya dan Nusawungu terjadi akibat luapan Sungai Tipar, Sungai Gatel, Sungai Kolong, dan Sungai Kawah Kembang.
Menurut dia, petugas gabungan saat sekarang tengah melakukan pembersihan di sejumlah saluran air yang tersumbat sampah, salah satunya di Desa Gentasari agar alirannya lancar sehingga dapat mempercepat surutnya air banjir.
Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap kembali melaporkan adanya penambahan jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Cilacap hingga hari ini Jumat (30/10/2020) menjadi 2.695 KK atau 7.949 jiwa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati mengatakan, penambahan tersebut dilaporkan dari Kecamatan Kroya, Desa Gentasari sebanyak 762 KK atau 1.784 jiwa, dengan rincian 600 KK atau 1.136 jiwa dari Dusun Karag dan sebanyak 162 KK atau 648 jiwa di Dusun Bayeman Kidul.
Dari keseluruhan warga terdampak banjir di Desa Gentasari, ada sebanyak 68 jiwa yang mengungsi di MI Muhammadiyah H. Sanmunawar Karag Gentasari dan sebanyak 287 jiwa di tanggul Kali Tipar. Sementara itu dapur umum telah disiagakan oleh Dinas Sosial bersama Tagana.
“Penambahan warga terdampak banjir selanjutnya berasal dari Desa Mujur Lor dengan jumlah total 685 KK atau 1.963 jiwa. Adapun rinciannya adalah sebanyak 130 KK atau 200 jiwa di Dusun Rawaseser dan 555 KK atau 1.763 jiwa di Dusun Pecangakan,” tambah dia.
Dari total keseluruhan warga terdampak di Desa Mujur Lor, sedikitnya ada 311 jiwa yang mengungsi di beberapa titik pengungsian, masing-masing di MI Darwata Mujur Lor, MTs Plus Allah Madinah, MI Muhammadiyah Mujur Lor, Masjid Miftahus Sa’adah, Masjid Al Ikhlas, Balai Penyuluhan Pertanian dan rumah sanak saudara. yds


