Baznas Jateng – PT SJAP Kerja Sama Potong 20 Sapi Kurban pada Hari Tasyrik

Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng Drs H Moh Ahyani MSi dan Asisten Manajer Marketing PT Suryajaya Abadiperkasa (SJAP) Probolinggo Akhmad Ghozali menandatangani berita acara kerja sama di Kantor Perusahaan Pengalengan Daging Olahan Jl. Raya Surabaya - Probolinggo KM 90, Probolinggo, Jatim, Minggu (26/7) Foto:dok

PROBOLINGGO (Jatengdaily.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng kemarin melakukan penandatangan  kerja sama (MoU) dengan PT Suryajaya Abadiperkasa (SJAP) Probolinggo, Jatim. Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng Drs H Moh Ahyani MSi dan Asisten Manajer Marketing PT Suryajaya Abadiperkasa (SJAP) Probolinggo Akhmad Ghozali di Kantor Perusahaan Pengalengan Daging Olahan Jl. Raya Surabaya – Probolinggo KM 90, Probolinggo, Jatim, Minggu (26/7)

Ghozali didampingi Imam Buchori bagian HRD dan Agus Santoso bagian Perencaanaan, Produksi dan Logistik. Sedang Ahyani didampingi Kepala Kantor Sekretariat Baznas Chandra Eka Sakti.

PT SJAP akan menyembelih 20 ekor sapi kurban antara lain dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Baznas Jateng, karyawan Bank Jateng (7 ekor), dan beberapa Baznas Kabupaten/Kota di Jateng. ‘’Kurban akan kami sembelih pada hari Tasyrik pertama (11 Dzulhijjah) Sabtu 1 Agustus 2020 mulai pukul 09.00 pagi hingga selesai,’’ kata Ghozali. Pihak PT SJAP yang

Ghozali menjelaskan, dari satu ekor sapi kurban dengan bobot 250-280 Kg akan diambil daging murni sebanyak 64 Kg. Daging murni tersebut kemudian diolah menjadi Korned sebanyak 450 kaleng. ‘’Selebihnya terdiri kepala sapi, kaki, tulang, kulit, jerohan merah (hati, paru) dan jerohan hijau (usus) dan lain-lain akan kami kembalikan kepada mudhohi (pengkurban),’’ katanya.

Di sela-sela penandatanganan kerja sama tersebut, Pihat PT SJAP mempersilakan mencoba menikmati hidangan makan siang dari berbagai daging dan sayur dalam kemasan kaleng produk dari perusahaan pengalengan yang sudah berdiri 25 tahun tersebut.

Produk itu antara lain daging rawon, kedelai yang dibuat persis seperti daging (daging analog), opor ayam kaleng, jamur kaleng dan lain-lain. ‘’Ternyata semuanya enak, empuk dagingnya tidak alot dan tidak kalah dengan olahan restoran,’’ kata Ahyani memuji hidangan tuan rumah.

Ahyani yang juga pejabat di Kanwil Kemenag Jateng itu menjelaskan, setelah disembelih pada hari Tasyrik, daging kurban tersebut akan diolah oleh PT SJAP menjadi Korned. Untuk pengolahan 20 ekor sapi setidaknya memakan waktu satu bulan. Baznas Jateng akan mengembalikan daging kurban dalam kaleng tersebut kepada pengkurban (mudhohi). Apakah akan dibagikan sendiri kepada mustahik, atau dipercayakan kepada Baznas untuk membagikan. Kami siap,’’ katanya.

Sedangkan kepala sapi, kaki, tulang, kulit dan jerohan yang tidak dapat diolah menjadi daging olahan kaleng dari Probolinggo, Jatim, akan diangkut menggunakan mobil pendingin ke Semarang untuk dikembalikan kepada mudhohi.

Ghozali menjelaskan, PT Suryajaya Abadiperkasa memproduksi tiga jenis produk, yaitu produk daging olahan, produk sayur olahan dan makanan siap saji (ready to eat). Pihaknya juga memproduksi daging analog terbuat dari kedelai. ‘’Produk ini adalah pengganti protein yang tinggi dari daging sapi dan ayam. Produk ini terbuat dari protein kedelai sehingga sehat dan halal. Sangat mudah untuk disiapkan dan dapat dipadukan dengan berbabagai macam bumbu seperti halnya memasak masakan daging. contohnya rawon, rendang, gulai dan sebagainya,’’ kata Ghozali.

Ahyani berharap kerja sama kali pertama tersebut akan berkembang dengan kegiatan lain yang lebih produktif. st