Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari saat memberikan keterangan. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com)- BPJS Kesehatan bersama Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri menyelenggarakan kegiatan supervisi dan saresehan dengan Polri di Semarang Kamis (12/3/2020).

Hal tersebut dilaksanakan guna memastikan seluruh pelayanan di Fasilitas Kesehatan berjalan dengan baik. Kerja sama dan dukungan dari Fasilitas Kesehatan milik Polri ini diharapkan dapat membantu BPJS Kesehatan dalam penyediaan pelayanan kesehatan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu lndonesia Sehat (JKN-KlS) kepada peserta JKN-KIS.

Demikian dikatakan oleh Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari di sela supervisi dan sarasehan yang juga menghadirkan brand ambassador BPJS Kesehatan Ade Rai.

Andayani mengatakan dengan supervisi di antaranya ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) Klinik Polres Batang dan RS Bhayangkara Semarang menunjukkan layanan mereka kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah dilakukan dengan baik.

Contohnya, lanjut Andayani yaitu antrean elektronik yang dilaksanakan di Klinik Dokkes Polres Batang, sehingga peserta JKN-KIS untuk tidak perlu mengantre lama karena bisa melakukan pendaftaran antrean secara online melalui aplikasi Mobile JKN.

Sementara di RS Bhayangkara Semarang, peningkatan layanan di faskes Polri berupa penyediaan display jumlah ketersediaan tempat tidur, sehingga masyarakat tidak Iagi bingung untuk mengetahui apakah rumah sakit masih memiliki ruang rawat yang cukup.

”Dengan saresehan ini kami ingin meningkatkan pemahaman anggota Polri juga terkait hak, kewajiban, dan prosedur pelayanan kesehatan,” tandas Andayani.

Di Jateng, ada 41 Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) milik Polda Jateng yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Achmad Luthfi menambahkan pihaknya memberikan dukungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bagian kesehatan adalah bagian integral dari proses melayani masyarakat. Kami punya Dokkes dan rumkit di seluruh jajaran Polda Jawa Tengah, tidak hanya dimanfaatkan untuk internal kepolisian dan keluarganya tapi juga untuk masyarakat pada umumnya. Tentu akan tercover, dengan pelayanan yang sesuai ketentuan dari menteri kesehatan,” katanya.

Deputi Direksi Wilayah Jateng dan DIY BPJS Kesehatan Afrizayanti menambahkan terkait dengan kepesertaan di Jateng dan DIY mencapai 88 persen dari jumlah penduduk. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here