FOTO: Kalitalang Klaten, Spot Melihat Kegagahan Puncak Merapi

KLATEN (Jatengdaily.com) – Pekan ini, objek wisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten Jawa Tengah mendadak menjadi pusat perhatian masyarakat. Menyusul kabar meninggalnya seorang warga secara tragis di tempat tersebut, saat ngevlog.

Adalah Yusuf Adi Pamungkas (22) warga Manisrenggo, Klaten, pada Selasa (8/6/2021) diketahui jatuh dari tebing Watu Talang di kawasan Kalitalang setinggi 80 meter. Korban yang datang bersama teman-temannya, mengalami nasib naas saat merekam video untuk vlog, dan berjalan mundur kemudian jatuh dari tebing yang curam dan meninggal sesaat kemudian.

Objek wisata Kalitalang sendiri sebenarnya sedang ditutup karena pandemi COVID-19 dan meningkatnya status Gunung Merapi menjadi Siaga sejak beberapa bulan lalu. Namun masih banyak warga yang nekat mendatangi tempat tersebut untuk melihat kegagahan puncak Gunung Merapi dari wilayah Klaten.

 

 

Ekowisata Kalitalang hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Menjadikannya salah satu spot terbaik untuk melihat kegagahan Gunung Merapi, selain di Bukit Klangon, Sleman DI Yogyakarta yang keduanya mempunyai jarak berdekatan. Pengunjung bakal bisa melihat kawah puncak Merapi yang terlihat sangat jelas, terlebih ketika cuaca cerah akan menambah keindahan.


Sekeliling Kalitalang berupa tebing-tebing curam, yang bawahnya merupakan sungai untuk aliran lahar Gunung Merapi. Material Merapi tersebut mengarah ke Kali Woro Klaten yang biasa menjadi lokasi penambangan pasir dan batu. Ketika menjelajah Kalitalang memang butuh kewaspadaan, karena banyaknya jurang tebing.


Kalitalang sering menjadi jujukan masyarakat, karena bisa menjadi alternatif wisata murah dengan pesona keindahan Merapi. Keistimewaan objek ini, bukan sekadar melihat puncak Merapi namun juga sekaligus bisa sarana edukasi melihat secara langsung morfologi puncak Merapi yang sering berubah setelah mengalami beberapa kali erupsi.


Fasilitas wisata di Kalitalang memang masih sederhana, karena hanya dikelola warga setempat. Namun tak mengurangi minat masyarakat untuk mengunjunginya sejauh ini. Apalagi bagi penghobi fotografi, pasti akan menjadikannya salah satu spotnya. Puncak Merapi, asap sulfatara serta rekahan kawah, serta aktivitas keseharian warga setempat adalah objek foto yang selama ini diburu.

Foto:-foto: Jatengdaily.com/yanuar