By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Indonesia Harus Siap Bersaing dengan Industri Halal Dunia
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Indonesia Harus Siap Bersaing dengan Industri Halal Dunia

Last updated: 8 Juli 2020 16:38 16:38
Jatengdaily.com
Published: 8 Juli 2020 16:38
Share
Webiner Halal Industry, yang diselenggarakan oleh Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Kondisi saat ini hampir semua negara berlomba-lomba pada industri halal, sehingga sudah seharusnya Indonesia, juga mengikuti hal sama. Jangan hanya fokus pada sertifikasi saja, dalam memproduksi makanan, minuman, obat, kosmetik,  dan produk lainnya.

Demikian dikatakan oleh Prof Dr Irwandi Jaswir MSc, dari Diaspora Indonesia International Islamic University dalam Webiner Halal Industry: Strategi dan Implementasi di Era New Normal, yang diselenggarakan oleh Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu (8/7/2020), yang dimoderatori Dr Widiartono SSos MAB

Lebih lanjut menurut Irwandi, apalagi ini mengingat populasi warga Muslim di Indonesia mencapai 87 persen lebih. Di satu sisi, justru banyak negara non Muslim, yang fokus mengembangkan industri halal. Dengan tujuan market share untuk  menyasar negara Muslim.

Ini misalnya negara Korea, di sana ada 2.300 pabrik kosmetik yang sekarang berlomba-lomba masuk ke industri halal. Produk mereka sudah masuk ke Malaysia. Juga  ke Indonesia, Singapura dan Timur Tengah. Di sana, ada 400 petani yang membuat produk cuka, untuk ekspor  ke 43 negara Muslim.  Di Korea, pabrik yang memproduksi produk halal bahkan dibantu dana dari pemerintahnya.

Begitu juga dengan Jepang, sejak 2014 sudah menyiapkan halal industri menyambut menjadi tuan rumah Olimpiade.  Belum lagi negara Cina yang memiliki sentra-sentra industri halal. ‘’Oleh karenanya, kita harus mewaspadai. Dan negara Indonesia sudah saatnya, melakukan hal yang sama agar bisa bersaing dengan negara lain, jangan jadi penonton saja,’’ jelasnya.

Berbicara isu dalam industi halal, ada tiga hal yang penting, yakni meliputi bahan baku, cara proses produksi,  dan cara  menganalisa halal atau tidaknya suatu produk. ‘’Halal harus 100 persen esensinya, harus dilihat dari A sampai Z. Termasuk para pekerjanya, yang harus Muslim dalam melakukan proses produksi. Keketan proses produksi ini sudah diterapkan di banyak negara yang saat ini konsen memproduksi produk halal. Apalagi saat ini kesadaran orang makin meningkat untuk memilih produk halal. Sehingga diharapkan Indonesia bisa menjadi produksi halal di dunia dan bisa meningkatkan perekonomian Indonesia,’’ jelasnya.

Tren Industri Halal

Prof Dr Dra Naili Farida MSi dosen Administrasi Bisnis FISIP Undip mengatakan, industri tren halal sudah menjadi  tuntuan bukan hanya kebutuhan. Indonesia harus melakukan adaptasi untuk bisa mengambil ‘kue’  bisnis produk halal. Saat ini orang makin sadar untuk menggunakan produk halal.

Halal industi adalah meliputi makanan, minuman, pakaian dan pariwisata. Untuk pakaian misalnya, Indonesia rangking dua  dunia, setelah Turki dalam fashion hijab. Untuk pariwisata saat ini juga sudah menjadi tuntutan untuk penyediaan destinasi wisata halal.

Misalnya,  pengelola pariwisata saat ini sudah banyak yang menyediakan produk halal, termasuk penyediaan tempat ibadah.  Oleh karena itu, peluang wisata halal bisa dikembangkan, untuk menjaring wisatawan baik lokal maupun asing. Saat ini menurutnya, juga banyak penelitian yang bisa dikembangkan dalam hal industri halal ini. She  

You Might Also Like

Pemerintah Terus Pantau Perkembangan Covid-19 Pascalebaran serta Hepatitis Akut
Serpihan Hati Persembahan Band Wali
Mbak Ita Apresiasi Bakti Sosial Klenteng Tay Kak Sie dalam Perayaan King Hoo Ping 2024
Banpres Produktif akan Segera Disalurkan kepada 9,1 Juta Pelaku Usaha Mikro dan Kecil
Berjuang Melawan Covid-19, Dorce Gamalama Meninggal di RSPP Simpruk
TAGGED:akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UndipWebiner Halal Industry
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?