Anggota DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi dalam salah satu kegiatannya mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker ke masyarakat. Foto: dok

JAKARTA  (Jatengdaily.com)- Situasi menjelang new normal (tatanan normal baru) merupakan hal yang mendebarkan. Dimana, posisi kurva paparan belum juga turun secara signifikan, sementara masyarakat diharuskan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Denty Eka Widi Pratiwi adalah yang mengkhawatirkan keadaan jika new normal diberlakukan dalam waktu dekat. Termasuk untuk peneapan new normal di Provinsi Jateng, menurutnya, belum siap dan belum waktunya diberlakukan.

Pasalnya menurutnya, masyarakat belum benar-benar siap untuk memenuhi aturan kesehatann secara ketat. “Kita harus melihat ke belakang, menjelang Lebaran saja pusat perbelanjaan sudah sangat ramai orang berkerumun, padahal waktu itu aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan dengan ketat,” keluhnya.

Denty, demikian dia biasa disapa, berharap pemerintah benar-benar mempersiapkan dengan matang aturan keleluasaan dalam New Normal tersebut. Pasalnya, selain riskan bagi masyarakat, layanan kesehatan juga harus semakin meningkatkan kesiagaan.

Denty juga menyoroti rencana pemerintah membuka aktivitas sekolah pada tahun ajaran baru Juli mendatang. Dia mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum akses pendidikan, ekonomi dan pemerintahan diaktifkan sebagaimana kondisi sebelum pandemi. “Pemerintah harus memberikan panduan khusus dan aturan yang ketat sebelum aktivitas dijalankan. Evaluasi juga harus terus dijalankan,” tukasnya.

Denty mengutip sejumlah pandangan dari pakar epidemologi, salah satunya pakar Universitas Indonesia Panji Riyono yang mengingatkan agar pemerintah melakukan evaluasi terlebih dahulu atas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah zona merah. “Kita tentu tidak ingin jika dengan penerapan New Normal nanti justru kurvanya kembali melonjak,” tukas wakil Jateng yang tinggal di Temanggung ini.

Denty mencontohkan kebijakan sejumlah kepala daerah di Jateng yang belum hendak menerapkan pembukaan sarana publik kepada masyarakat secara luas. Salah satunya Walikota Semarang Hendrar Prihadi masih terus melakukan evaluasi terkait rencana New Normal yang sedianya akan dilaksanakan pada 8 Juni 2020. “Walikota Semarang masih mempertimbangkan pelaksanaan New Normal karena kurva setelah Lebaran di Kota Semarang kembali melonjak,” kata Denty, Rabu (3/6/2020.

Denty juga menunjukkan hasil rapid test massal pada 27 Mei 2020 di Kabupaten Temanggung dari total 747 orang yang melakukan rapid test, 112 orang reaktif. Ini menunjukkan jika kondisi di Jawa Tengah belum sepenuhnya terbebas untuk diberlakukan pembukaan sarana publik secara luas.

Denty mendesak pemerintah pusat melakukan kajian kembali dengan evaluasi menyeluruh terhadap rencana pembukaan sarana publik di era New Normal. Dia khawatir pasca Lebaran kembali terjadi lonjakan kurva pasien positif yang justru akan memperburuk situasi.

Di sisi lain, Denty juga meminta warga agar dapat menerapkan pola perubahan perilaku pasca pandemi Covid – 19. Perilaku hidup sehat sangat dibutuhkan agar dapat terhindari dari risiko penularan. “Menggunakan masker saat berhubungan dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum, menjaga jarak kontak, rajin mencuci tangan, dan selalu mengkonsumsi makanan sehat, menjadi pola perilaku baru yang harus kita terapkan saat ini,” pungkasnya. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here