Gedung Techno Park Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan. Foto: Jatengdaily.com/she

GROBOGAN (Jatengdaily.com)– Kabupaten Grobogan ditetapkan sebagai salah satu pusat pelatihan pengembangan industri pangan lokal nasional, oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Pertanian, yakni melalui Techno Park.

Demikian dikatakan oleh Kepala UPT Techno Park Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan,  Ir Nur Khamid MM, di sela memberi pelatihan bagi mahasiswa tentang beras analog, Kamis (2/4/2020).

Techno Park adalah merupakan kawasan yang ditujukan untuk  pengembangan inovasi teknologi pangan berbasis jagung dan kedelai untuk peningkatan daya saing daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  

Dalam pembangunannya  Techno Park Grobogan memiliki dua sentra pengembangan produk inovatif yaitu Rumah Jagung sebagai sentra pengembangan produk pangan berbasis  jagung dan Rumah Kedelai sebagai sentra pengembangan produk pangan berbasis kedelai. Techno Park Grobogan dirancang sebagai sentra produksi dan pengembangan produk pangan lokal.  

BPPT bersama dengan beberapa universitas melakukan kolaborasi kegiatan mendorong peningkatan ekonomi masyarat dan peningkatan daya saing daerah berbasis teknologi melaui program Kuliah Kerja Nyata, Kuliah Kerja Usaha, dan litbang untuk menghasilkan produk-produk inovatif dan diharapkan akan tumbuh perusahan pemula berbasis teknologi baru. HIngga saat ini telah terseleksi 20 tenant yang akan diinkubasi bisnis dan teknologi. Serta terbentuknya kelembagaan Pusat Inovasi.

“Pengkajian penerapan teknologi sejak tahun 2016, sedangkan alat-alat yang dimiliki diantara untuk. pembuatan tepung, pembuat sari kedelai, pembuat sari kedelai jadi kristal atau sprai, pengering dan rasteja beras yang berasal dari ketela dan jagung, dan pembuatan beras analog. Juga ada alat pengolah limbah dan alat pengolah air.

Jadi , setiap provinsi ada pengembangan industri pangan lokal, di kelompok di setiap provinsi satu, dan di Jateng ini ada di Grobogan. Bahkan, kami juga melatih kelompok-kelompok, sebelum mereka mengaplikasikannya di daerahnya. Termasuk pelatihan dari perwakilans eluruh Indonesia,’’ jelasnya.  

Ir Nur Khamid MM. Foto: she

Tecno park  sendiri punya tenan atau calon pengusaha yang terbagi dua, yakni kelompok UMKM dan di luar UMKM, yakni binaan yang merupakan masyarakat umum, dengan total 38 kelompok.   

Bahkan saat ini, para UMKM telah berhasil dengan memproduksi sendiri setelah mendapat binaan dari kami. Mulai produksi tepung mocaf, tepung pisang, chiki snack, beras analog dan mie. Juga ada yang pruduksi sari kedelai, camilan kedelai tanpa minyak, kacang tanah sangrai dan lainnya.

‘’Bahkan sekarang kita juga tambah gedung utama yang akan dijadikan sebagai pusat perkantoran masing-masing UMKM yang sudah lolos pembinaan,’’ jelasnya. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here