Kejati Sulbar Bekuk Buron Terpidana Korupsi Rp 41 Miliar di Magelang

Kajati Sulbar bersama Asintel, membawa buronan Korupsi BPD di Kejati Jateng, yang baru saja ditangkap di Kota Magelang, Kamis (10/09). Foto:dok.

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Setelah sepuluh tahun menjadi buron, terpidana korupsi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Pasangkayu, berhasil dibekuk Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Sulbar ), di Kota Magelang, Kamis (10/09/2020).

Eksekusi terhadap para tahanan narapidana Korupsi BPD yang selama ini menjadi daftar pencarian orang (DPO) terendus tim Kejati Sulbar bekerja sama dengan Kejati Jateng dan Kejagung. Buronan Korupsi kredit modal kerjasama kontruksi pada BPD Pasangkayu tahun 2006 – 2007, diketahui bernama Ir H Rusmadi Chandra, di sebuah rumah kontrakan buronan tersebut di Kota Magelang.

Penangkapan terpidana Korupsi aenilai Rp 41 miliar tersebut dipimpin langsung oleh Kajati Sulbar, Johny Manurung, SH, MH didampingi Asiten Intel, Irfan D Samosir, serta di -back up- oleh tim Kejagung dan Kejati Jawa Tengah.

Kajati Sulbar, Johny Manurung kepada Jatengdaily.com mengatakan, penangkapan DPO Korupsi BPD yang buron selama 10 tahun itu, sebenarnya sudah lama diintai oleh Asintel Kejati Sulbar. Berdasarkan keterangan terpidana Rusmadi, bahwa dirinya bersama istri berada di Kota Magelang berada di kontrakan baru enam bulan yang sebelumnnya ngontrak di kota Yogyakarta.

” Menurut pengakuannya, dia kontrak rumah di Magelang, baru enam bulan yang sebelumnya ngontrak di kota Yogya, lalu pindah ke Magelang. Setelah mendapat informasi, yang bersangkutan langsung kami tangkap di rumah kontrakannya di Magelang tanpa perlawanan, ” tegas Kajati Sulbar. Kamis ( 10/9).

Johny Manurung mengatakan. hari ini terpidana Korupsi yang masih dalam pengawalan rencana akan diterbangkan langusng dari Jakarta ke Sulbar. ” Hari ini juga kami persiapkan bawa ke Sulbar, mungkin akan transit di Makassar dan langsung akan diterbangkan ke Mamuju. Setelah dilakukan proses administarsi terhadap terpidana korupsi ini di Kejati Sulbar, selanjutnya akan kami jebloskan ke Rutan Mamuju, “tegas Johny.

Kasus ini bermula terpidana bersama rekan lainnya yang masih buron dengan jumlah enam orang. Kelompok ini, berjamaah melakukan korupsi pemberian fasilitas kredit dalam bentuk kredit modal kerjasama kontruksi pada Bank Pembangunan Daerah ( BPD ) Pasangkayu tahun 2006 – 2007 yang merugikan negara 41 miliar.

Perkara ini, lanjut Johny, sudah memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung ( MA ) RI dengan nomor 185 K / Pid. Sus /2009 tanggal 10 Juni 2010. st.