Kepengurusan KSBN Jateng Disegarkan

Ketua Umum KSBN Jateng Sri Puryono berjabat erat dengan Gunoto Saparie setelah menyerahkan sepotong kue. Di tengah suasana pengumuman penyegaran pengurus KSBN Jateng diadakan acara potong kue dan tumpeng dalam rangka ulang tahun ke-60 Sri Puryono. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jawa Tengah melakukan “penyegaran” kepengurusan di sekretariat lembaga tersebut, Manyaran, Semarang,  Selasa (3/3) malam. Organisasi yang dipimpin Sri Puryono KS sejak tahun 2017 itu mengadakan revisi terhadap sejumlah pos kepengurusan.

Kepengurusan baru ini akan berlaku sampai tahun 2022. Ketua Umum KSBN Jateng Sri Puryono mengatakan, penggantian sejumlah pengurus selain karena ada kekosongan sejumlah pos akibat yang bersangkutan mengundurkan diri, juga karena ada kebutuhan untuk kelancaran roda organisasi. Revisi kepengurusan KSBN ini telah mendapatkan Surat Keputusan yang ditandatangani Ketua Umum KSBN Pusat Hendarji Supanji.

Puryono mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pengurus yang telah mengabdikan diri selama ini. Demkian juga ucapan terima kasih dan selamat datang kepada para wajah baru yang bersedia bergabung dengan KSBN Jateng.

“KSBN ini dibentuk karena melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” katanya meskipun ia juga menyayangkan karena setelah undang-undang dibentuk peraturan turunannya tak kunjung ada padahal batas waktunya dua tahun.

Dalam kepengurusan yang baru Sri Puryono sebagai ketua umum didampingi empat ketua, yaitu Bambang Supriyono, Teguh Supriyanto, Gunoto Saparie, dan Budiyanto. Sekretaris umum dijabat Lies H Susanto dibantu tiga sekretaris, Agus Susantijono, Mochamad Ainan, dan Agnes Purwanto. Sedangkan bendahara Endang Udjiati dengan wakil Yamtini Harso Purwoto.

Kepengurusan dilengkapi sejumlah bidang dan seksi. Bidang-bidang tersebut adalah Hubungan Masyarakat yang diketuai Sucipto Hadi Purnomo, Organisasi dipimpin Trenggono, Kerja Sama dipegang Sulistyo, Pertunjukan oleh Widodo Broto Sejati, Apresiasi Seni dijabat Agung Kristiyanto, dan Budaya menjadi tanggung jawab Sutejo K Widodo.

Sedangkan seksi-seksi, yakni Tradisi Lisan diemban Widiyartono R, Manuskrip (Sejarah dan Benda Purbakala) oleh Joko Nugroho, Adat Istiadat dijabat Renggo Dumadi, Ritus (Etika, Tata Krama, dan Upacara Tradisi) dipegang Slamet Yudiyanto, Jamu Tradisional tanggung jawab Stefanus, Kuliner Tradisional dipimpin Lilik Agus Gunarto, Busana Tradisional oleh Wiyono Atmojo, Kerajinan Tangan, Peralatan, dan Perlengkapan Hidup diketuai Erna Heru, dan Teknologi Tradisional oleh Eny Een.

Seksi-seksi lain adalah Drama dijabat Mas Ton Suhartono, Tari oleh Sri Rumsari Listyorini, Musik dijabat Handono Nayaka, Seni Rupa dipimpin Suhartono, Wajang diketuai Bambang Sulanjari, Film dipegang Wiwien Wintarto, Sastra Daerah tanggung jawab Saroni Asikin, Bahasa Daerah diamanatkan kepada Sutadi, Permainan Rakyat Tradisional oleh Suyitno, Olahraga Tradisional dipegang Wahyu Fajar Budiaji. ugl—st

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here