‘Kerajaan Baru’ Terus Bermunculan, BIN Deteksi Sejak Lama

Polda Jateng saat gelar konferensi pers 'Keraton Agung Sejagat' (KAS) dipimpin Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel belum lama ini. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Fenomena ‘kerajaan baru’ di sejumlah daerah menjadi fokus publik belakangan. Bahkan dari hari ke hari terus bermunculan kerajaan baru sejak kabar Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah mengemuka.

Pasca Keraton Agung Sejagat, sebut saja ada Kerajaan Djipang di Blora, dan Sunda Empire di Bandung. Terakhir, juga muncul keberadaan Kesultanan Selaco alias Selacau Tunggul Rahayu di Kecamatan Parung Ponteng, di Tasikmalayas Jabar.

Kesultanan ini didirikan oleh Rohidin (40), warga asal Parung Ponteng. Rohidin mengaku sebagai keturunan ke-9 dari Raja Padjadjaran Surawisesa, dengan gelar Sultan Patra Kusumah VIII.

Kepala BIN Budi Gunawan mengatakan, pihaknya sudah memantau lama soal kerajaan ini. “Kita sudah mendeteksi itu lama, mungkin baru muncul sekarang. Itu semuanya lama,” kata Budi di Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Dia menuturkan, memang keraton-keraton ada yang tergabung dalam Kerajaan Nusantara. Tapi lain halnya jika ada unsur pidananya. “Lain hal kalau ada unsur pidana di dalamnya. Di antaranya sekarang yang dikembangkan masalah penipuan dan lain, itu yang ditelusuri,” pungkasnya.

Seperti diketahui Polda Jateng mengamankan Totok Santosa, Fanni Aminadia, keduanya mengklaim sebagai raja dan permaisuri Keraton Agung Sejagat. Pihak polisi menemukan unsur penipuan yang dilakukan kedua tersangka tersebut.

Keduanya dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Tersangka memiliki motif untuk menarik dana dari masyarakat dengan menggunakan tipu daya. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here