By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Moderasi Beragama, Konter Narasi Sikap Ekstrimisme
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Moderasi Beragama, Konter Narasi Sikap Ekstrimisme

Last updated: 21 Oktober 2020 18:16 18:16
Jatengdaily.com
Published: 21 Oktober 2020 18:16
Share
Webinar dengan tema besar “Moderasi Beragama dalam Bingkai Kemanusiaan" digelar mahasiswa KKN UIN Walisongo. Foto: dok
SHARE


SEMARANG (Jatengdaily.com) – Turut menggaungkan salah satu program prioritas pemerintah jangka menengah, kelompok 81 KKN Reguler Dari Rumah UIN Walisongo Semarang menggelar Webinar dengan tema besar “Moderasi Beragama dalam Bingkai Kemanusiaan”.

Kegiatan ini dibuka oleh Dewan Pembimbing Lapangan dari kelompok 81. Dalam sambutannya Achmad Hasmi Hashona menyampaikan tentang pentingnya pengetahuan moderasi beragama dan kaitannya dengan keberagamaan.

“Moderasi beragama sangat penting disampaikan khususnya kepada masyarakat Indonesia yang saat ini masih tertumpu pada kelompok masing-masing. Padahal perbedaan itu sendiri adalah sebuah rahmat,” ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Selain itu, narasumber utama Luthfi Rahman memilih tema ini dikarenakan Moderasi Beragama memiliki kaitan yang erat dengan memanusiakan manusia. Selain untuk menjaga keberagamaan Moderasi Beragama juga berfungsi sebagai konter narasi sikap terhadap ekstrimisme.

“Orang yang cenderung ekstrim harus ditarik ke tengah, supaya ingat wetone juga harus tahu mana konteks melakukan saleh ritual dan saleh sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, sekretaris rumah Moderasi Beragama sekaligus dosen UIN Walisongo ini menyampaikan bahwa dalam masa Pandemi Moderasi Beragama masih dianggap perlu untuk digalakkan.

“Moderasi Beragama dalam masa pandemi jelas masih perlu, karena masih ada kelompok-kelompok yang mengacau suasana, maraknya cyber war, dan adanya era post truth (pasca kebenaran) di mana kebenaran bisa dibuat-buat tanpa perlu validasi,” tambahnya.

Akhir acara, ia berpesan bahwa apapun bentuk ekstrimisme merupakan bentuk yang berlebih-lebihan. Ia juga menyampaikan harapannya kepada peserta sebagai bagian dari Moderasi Beragama yang nantinya menjadi tokoh masyarakat.

“Kampanyekan Islam moderat, kampanyekan Islam yang ramah bukan marah-marah, kampanyekan wajah Islam yang damai untuk mengatakan bahwa Islam kita adalah Islam penyebar kedamaian dan kasih sayang,” pungkasnya.
Penulis: Azma Zuhayda Arsyada-yds

You Might Also Like

Kini, Kota Semarang Sudah Dilengkapi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
Best Hiking Trails for Nature Lovers and Where to Find Them (Demo)
Kebutuhan Warga Terdampak Banjir di Kudus Terpenuhi
Telkom Sukses Dukung Gelaran Internasional MotoGP Mandalika 2023
Banjir Demak, 35.984 Jiwa Terdampak 215 Hektar Sawah Terendam
TAGGED:kkn uin walisongoKota Semarangwebinar moderasi beragama
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?