By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ngalap Berkah Haul Sultan Fatah, 209 Bocah Khitan Tabarukan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ngalap Berkah Haul Sultan Fatah, 209 Bocah Khitan Tabarukan

Last updated: 2 Februari 2020 18:02 18:02
Jatengdaily.com
Published: 2 Februari 2020 18:02
Share
Masyarakat Kota Wali Demak terlihat antusias menyaksikan Pawai Panjang Jimat yang diselenggarakan menyongaing Haul Agung Ke-517 Kanjeng Raden Sultan Fatah Al Akbar Sayidin Panatagama. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Ada yang beda dengan serambi Masjid Agung Demak, Minggu (2/2/2020). Jika pada hari biasa seringkali terlihat jamaah taklim dewasa, sejak pagi hingga seharian masjid peninggalan Walisanga itu dipenuhi ratusan bocah yang siap memasuki akil baliq.

Ya. Tepatnya ada 209 anak usia SD menjadi peserta Khitan Massal Tabarukan, gelaran Takmir Masjid Agung Demak dalam rangka memeringati Haul Agung Ke-517 Sultan Raden Fatah Al Akbar Sayidin Panatagama tahun 1441 H/ 2020 M.

Ada rona senang, tegang dan tak sabar mewarnai raut mungil para peserta khitan massal yang rutin digelar bersamaan Pawai Panjang Jimat itu. Tak terkecuali para orang tua yang mengantar sekaligus pendamping peserta khitan, terpancar rasa haru sekaligus bangga menyaksikan buah hati mereka sebentar lagi menjelma sebagai seorang muslimin yang taat dan berakhlakul karimah.

Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH Abdullah Syifak menjelaskan, khitan massal tabarukan merupakan agenda rutin rangkaian peringatan Haul Agung Raja Kesultanan Demak Bintoro I yakni Sultan Fatah. Khitan dipilih karena wajib hukumnya dalam Islam, bahkan merupakan syarat bagi seorang muslim.

“Alhamdulillah jumlah peserta selalu melimpah dan melebihi target. Sebagaimana tahun-tahun lalu, peserta tidak hanya datang dari keluarga kurang mampu di Demak, namun ada juga dari Semarang serta Kudus. Alasannya tak lain untuk ngalap berkah Kanjeng Sultan Fatah,” ujarnya.

Ratusan bocah peserta khitan massal tabarukan dalam rangka memeringati Haul Agung Ke-517 Kanjeng Raden Sultan Fatah Al Akbar Sayidin Panatagama. Foto: rie

Khitan massal tabarukhan dilaksanakan berkoordinasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Demak. Hal itu sebagai bagian upaya menjamin kesehatan peserta pascakhitan. Karenanya selain pemberian obat, peserta juga diarahkan memeriksakan diri ke faskes terdekat pascakhitan.

Ali Imron (35), warga Desa Telogoboyo Kecamatan Bonang mengaku terharu mengantar anaknya, Almas Sahal Abrori mengikuti khitan tabarukan. “Awalnya kaget mendengar anak kedua kami ini minta khitan di Masjid Agung Demak. Namun melihat semangat anak juga sekalian ngalap berkah Kanjeng Sultan Fatah, saya dan istri mengijinkannya,” ujar penjual es krim keliling itu.

Senada disampaikan Ridwan (30) warga Kauman Kudus. Dia mengungkapkan kebanggaan serta keharuan, anak lelakinya, Muhamaad Ilham, bisa menjadi peseta khitan massal tabarukan Haul Agung Sultan Fatah.

“Semoga dengan berkah Haul Agung Kanjeng Sultan Fatah, Ilham tambah pintar, lulus SD dengan nilai bagus. Ngaji di TPQ juga semakin rajin dan segera khatam,” doa pedagang jilbab itu.

Sementara itu Bupati HM Natsir usai melepas 46 kontingen peserta Pawai Panjang Jimat menyampaikan, Pawai Panjang Jimat yang telah dan akan selalu menjadi agenda wisata religi di Kabupaten Demak dilaksanakan rutin untuk mengenang sekaligus menghormati Sultan Raden Fatah sebagai pendiri juga Raja I Kesultanan Bintoro Demak.

Menurut bupati, salah satu nilai adab Sultan Fatah yang hingga kini masih relefan adalah kerukunan, guyub rukun serta gotong royong membangun bangsa dan negara. Semuanya sengkuyung menegakkan demokrasi yang telah dirintis, tanpa mempermasalahkan perbedaan. rie-yds

You Might Also Like

PPKM Luar Jawa-Bali Dilanjutkan Hingga 6 September
Stabilkan Harga Kepokmas, Banyumas Gelar Gerakan Pangan Murah
Pemudik Nataru via Angkutan Diprediksi Turun 52 Persen
1,5 Tahun Ditahan KKB, Pilot Susi Air Phillip Marthens Bebas Hari Ini
Siaga Bencana, Baznas RI Siapkan Bantuan Kemanusiaan
TAGGED:demakhaul sultan fatah ke 517khitan tabarukanmasjid agung demakpawai panjang jimat
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?