DEMAK (Jatengdaily.com) – Ada yang beda dengan serambi Masjid Agung Demak, Minggu (2/2/2020). Jika pada hari biasa seringkali terlihat jamaah taklim dewasa, sejak pagi hingga seharian masjid peninggalan Walisanga itu dipenuhi ratusan bocah yang siap memasuki akil baliq.
Ya. Tepatnya ada 209 anak usia SD menjadi peserta Khitan Massal Tabarukan, gelaran Takmir Masjid Agung Demak dalam rangka memeringati Haul Agung Ke-517 Sultan Raden Fatah Al Akbar Sayidin Panatagama tahun 1441 H/ 2020 M.
Ada rona senang, tegang dan tak sabar mewarnai raut mungil para peserta khitan massal yang rutin digelar bersamaan Pawai Panjang Jimat itu. Tak terkecuali para orang tua yang mengantar sekaligus pendamping peserta khitan, terpancar rasa haru sekaligus bangga menyaksikan buah hati mereka sebentar lagi menjelma sebagai seorang muslimin yang taat dan berakhlakul karimah.
Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH Abdullah Syifak menjelaskan, khitan massal tabarukan merupakan agenda rutin rangkaian peringatan Haul Agung Raja Kesultanan Demak Bintoro I yakni Sultan Fatah. Khitan dipilih karena wajib hukumnya dalam Islam, bahkan merupakan syarat bagi seorang muslim.
“Alhamdulillah jumlah peserta selalu melimpah dan melebihi target. Sebagaimana tahun-tahun lalu, peserta tidak hanya datang dari keluarga kurang mampu di Demak, namun ada juga dari Semarang serta Kudus. Alasannya tak lain untuk ngalap berkah Kanjeng Sultan Fatah,” ujarnya.

Khitan massal tabarukhan dilaksanakan berkoordinasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Demak. Hal itu sebagai bagian upaya menjamin kesehatan peserta pascakhitan. Karenanya selain pemberian obat, peserta juga diarahkan memeriksakan diri ke faskes terdekat pascakhitan.
Ali Imron (35), warga Desa Telogoboyo Kecamatan Bonang mengaku terharu mengantar anaknya, Almas Sahal Abrori mengikuti khitan tabarukan. “Awalnya kaget mendengar anak kedua kami ini minta khitan di Masjid Agung Demak. Namun melihat semangat anak juga sekalian ngalap berkah Kanjeng Sultan Fatah, saya dan istri mengijinkannya,” ujar penjual es krim keliling itu.
Senada disampaikan Ridwan (30) warga Kauman Kudus. Dia mengungkapkan kebanggaan serta keharuan, anak lelakinya, Muhamaad Ilham, bisa menjadi peseta khitan massal tabarukan Haul Agung Sultan Fatah.
“Semoga dengan berkah Haul Agung Kanjeng Sultan Fatah, Ilham tambah pintar, lulus SD dengan nilai bagus. Ngaji di TPQ juga semakin rajin dan segera khatam,” doa pedagang jilbab itu.
Sementara itu Bupati HM Natsir usai melepas 46 kontingen peserta Pawai Panjang Jimat menyampaikan, Pawai Panjang Jimat yang telah dan akan selalu menjadi agenda wisata religi di Kabupaten Demak dilaksanakan rutin untuk mengenang sekaligus menghormati Sultan Raden Fatah sebagai pendiri juga Raja I Kesultanan Bintoro Demak.
Menurut bupati, salah satu nilai adab Sultan Fatah yang hingga kini masih relefan adalah kerukunan, guyub rukun serta gotong royong membangun bangsa dan negara. Semuanya sengkuyung menegakkan demokrasi yang telah dirintis, tanpa mempermasalahkan perbedaan. rie-yds
0



