Kapal Diamond Princess. Foto: wikipedia

BANDUNG (Jatengdaily.com)- Pemeritah akan mengevakuasi warganya, yang saat ini masih di kapal pesiar Diamond Princess, yang saat ini berada di Jepang.

Menko Polhukam Mahfud MD dalam acara di Bandung Minggu (23/2/2020), kepada wartawan mengatakan, proses evakuasi akan dilakukan secepat mungkin. Adapun jumlah WNI yang turut dalam rombongan itu, ada 74 orang.

Menurutnya, negara Jepang sudah memberi kesempatan untuk Indonesia melakukan evakuasi. Namun, menurutnya, teknis pelaksanaannya akan dilakukan oleh Angkatan Laut dan Kementerian Kesehatan.

Teknis pengangkutan kemungkinan besar akan dilakukan penjemputan, menggunakan kapal melalui jalur laut.

“Mungkin saja (pakai kapal). Kita kan punya kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit sementara juga ada. Kamar-kamar perawatan juga ada,” kata dia.

Meski begitu, Mahfud menyatakan pemerintah belum memastikan apakah WNI yang di kapal Diamond Princess akan dikarantina usai dievakuasi. Menurutnya, hal ini akan dibicarakan lebih lanjut dengan kementerian terkait.

“Saya tidak tahu tenknisnya, belum dibicarakan tapi saya tahu prinsipnya bahwa mereka akan dijemput. Soal teknisnya akan dikarantina lagi atau tidak nanti kita lihat dari Menkes,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah menyiapkan KRI Soeharso untuk mengevakuasi 74 WNI yang dikarantina Jepang di kapal pesiar Diamond Princess. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut proses evakuasi belum ditentukan oleh Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, ratusan penumpang Diamond Princess saat ini dikarantina di Yokohama, Jepang sejak 3 Februari lalu. Hal ini menyusul, kasus Corona yang menimpa penumpang di kapal ini.

Sedikitnya 3.711 penumpang dan kru terjebak di sana, setelah awalnya seorang penumpang yang turun di Hong Kong dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). Akibatnya, virus ini menyebar dan menular ke sejumlah penumpang lainnya. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here