Pemkot Diminta Bangun Komposer Sampah Tiap RW

Empat anggota FPKB peduli terhadap pengelolaan sampah. Foto: ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang lebih serius menangani masalah sampah.

Sampah yang saat kemarau menjadi sumber kekumuhan dan penyakit, di musim penghujan potensial menjadi penyebab banjir karena menyumbat saluran air.

Permintaan itu merupakan salah satu aspirasi rakyat yang ditampung anggota FPKB dengan menggelar pertemuan dengan para konstituen (pemilih) dalam forum Reses Masa Persidangan I tahun 2019 yang digelar Desember 2019.

Dilaporkan dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Semarang Masa Sidang Persidangan I Tahun 2020 di Aula DPRD Kota Semarang, Kamis, (2/1/2020).

Dalam sidang tersebut Sekretaris FPKB DPRD Kota Semarang Gumilang Febriyansyah melaporkan, banyak aspirasi warga Kota Semarang yang disampaikan kepada anggota FPKB untuk ditindaklanjuti pemerintah.

Dia katakan, di tiap RW perlu dibangun Tempat Pembuangan Sampah sementara, dengan mesin pengolahan sampah atau Komposer. Kemudian, pemerintah memberi pelatihan pengolahan sampah walau sederhana, kepada para pemuda warga setempat.

“Konstituen kami menyampaikan perlunya sistem pengelolaan sampah di tingkat RW. Para pemuda Karang Taruna menyatakan siap dilatih mengurus fasilitas pengolahan sampah tersebut,” tuturnya.

Anggota FPKB Juan Rama menambahkan, Pemkot Semarang telah menarik retribusi sampah kepada warga. Yaitu penarikan uang pengelolaan sampah kepada penduduk Kota Semarang ketika membayar tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Warga merasa sudah membayar retribusi pengelolaan sampah yang ditarik ketika membayar tagihan PDAM. Jadi aspirasi ini perlu ditindaklanjuti,” ujar wakil rakyat dari Daerah Pemilihan kecamatan Ngaliyan, Tugu dan Mijen ini. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here