Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Desa Ngadikerso, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pada minggu ke-4 kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Desa Ngadikerso, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, telah dilaksanakan program pendampingan dan pelatihan pembuatan mikroorganisme lokal dari pemanfaatan nasi basi untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia berlebihan.

Program ini dilaksanakan berdasarkan hasil pembicaraan dengan  Amin, ketua kelompok karya tani Dusun Kawadusan, yang sebelumnya mengeluhkan tentang penggunaan pupuk organik di Desa Ngadikerso.

Amin menyampaikan bahwa kesadaran para warga terkait pentingnya penggunaan pupuk organik sebenarnya sudah ada, namun dikarenakan harga pupuk organik dapat terbilang mahal dan kesediaan pupuk organik dari limbah ternak kurang mencukupi menyebabkan hingga saat ini para petani di Desa Ngadikerso tetap memilih untuk menggunakan pupuk kimia.

Menanggapi hal itu, mahasiswa KKN Undip yang terdiri dari Azam, Athifa, Allya, Binagus, Dinda, Nurul, dan Rifqi serta tim pengabdian yang terdiri dari Dr Dra Wilis Ari Setyati MSi, Bagus Rahmanda SH MH, Ir. RTD Wisnu Broto MT, Fahmi Arifan ST M.Eng membantu mencari jalan keluar terkait permasalahan tersebut.

Solusi yang Rifqi berikan selaku bagian dari mahasiswa KKN Undip di Desa Ngadikerso adalah dengan pembuatan pupuk dari limbah nasi basi yang kerap ada di setiap rumah.

Cara pembuatannya adalah dengan menyiapkan nasi basi, didiamkan di suhu ruang tanpa terkena sinar matahari hingga berwarna ke-oren-an, diberikan larutan gula sebagai tempat berkembangnya mikroba, kemudian campuran ini didiamkan hingga berbau agak masam atau biasanya sekitar 3-4 hari, terakhir disaring ampasnya dan pupuk organik ini siap digunakan.

Namun, larutan ini tidak boleh langsung disemprotkan ke tanaman melainkan harus dicampur air dengan perbandingan pupuk dan air 1:5. Program ini telah dilaksanakan pada 30 Januari 2020 di Dusun Kawadusan, Desa Ngadikerso. Acara tersebut diikuti oleh bapak-bapak petani dan mendapat respon positif dari warga. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here