Pemkot Semarang Gencarkan Jumat Berkah, Bantu Warga Hadapi Covid-19

Walikota Hendrar Prihadi saat mengunjungi rumah warga terdampak Covid 19. Foto: Ugl

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Upaya untuk meringankan beban masyarakat akibat wabah Covid-19 terus dilakukan oleh Wali kota Semarang Hendrar Prihadi dan jajarannya.

Di tengah ibadah puasa Ramadan, Wali kota yang akrab disapa Hendi menginisiasi program Jumat Berkah. Dalam program tersebut, pihaknya membagikan bantuan berupa hidangan untuk berbuka puasa atau yang populer disebut dengan takjil.

Bantuan tersebut salah satunya bersumber dari sumbangan ASN di lingkungan Pemerintah kota Semarang, di mana berhasil terkumpul Rp 3 miliar lebih.

Seperti yang dilakukan Hendi pada Jumat (1/5). Dirinya berkeliling ke beberapa tempat untuk membagikan bantuan takjil. Salah satu tempat yang dikunjunginya yaitu sebuah dapur umum di Kelurahan Wonolopo, Mijen.

Menurutnya, ini sebagai bentuk lumbung kelurahan. “Gotong royong solidaritas untuk warga yang tidak mampu. Ini hakikat dari yang namanya lumbung kelurahan,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendi mengungkapkan, kalau pemerintah sendiri tidak akan cukup. Kota Semarang pada bulan Maret telah menggelontorkan 110.000 paket sembako.

Menurut data warga miskin di Kota Semarang, tercatat 65 ribu. Maka seharusnya bantuan tersebut cukup. “Tetapi masih ada yang laporan kalau ada yang belum mendapatkan. Maka bulan Mei kita tambah jumlahnya. Total 334.000 paket bantuan. Dari Pemerintah Kota Semarang 170.000, Bantuan Bapak Presiden 10.000, Menteri Sosial 40.000 dan bantuan Sosial 94.000,” kata Hendi.

Sehingga 334.000 KK dari total 531 ribu KK yang ada di kota Semarang akan mendapat bantuan. “200 ribu KK yang tidak mendapat yaitu yang sudah mapan. Kalau tidak cukup lumbung kelurahan ini solusinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga mengingatkan warga untuk selalu disiplin menjaga kebersihan diri dan jaga jarak dalam upaya memutus penambahan kasus Covid-19 di Kota Semarang.

“Angka pasien yang sembuh dari Corona di Kota Semarang merupakan yang tertinggi di antara kota-kota lain di Indonesia, yaitu 92 orang. Tapi jangan sampai lengah karena penambahan masih terus terjadi alias belum turun. Solusinya di tangan kita. Tetap disiplin, jaga kebersihan,” pesan Hendi. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here