By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pengurus MAJT Diminta Kerja Keras Jabarkan Amanat Raker
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pengurus MAJT Diminta Kerja Keras Jabarkan Amanat Raker

Last updated: 11 Januari 2020 20:50 20:50
Jatengdaily.com
Published: 11 Januari 2020 20:48
Share
Ketua PP MAJT, Prof Dr KH Noor Ahmad mengukuhkan pengurus baru periode 2019-2023 di aula kantor MAJT, Sabtu (11/1). Foto:ist
SHARE


SEMARANG (Jatengdaily.com) – Ketua Pengurus Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (PP MAJT) Prof Dr Noor Ahmad MA memberikan ‘warning’ kepada pengurus baru Masjid Agung Jawa Tengah periode 2019-2023 mampu menjabarkan program kerja yang telah menjadi amanat pada rapat kerja di Bandungan beberapa waktu lalu.

”Sesuai dengan visi kami selaku pengelola sudah bertekad akan menjadikan MAJT sebagai pusat peribadatan dan peradaban tingkat nasional maupun internasional, sehingga diperlukan kerja keras para pengurus. Tentu saja untuk mengurus masjid sebesar ini tidak akan mampu hanya mengandalkan beberapa gelintir pengurus, tetapi harus bersama-sama, seluruh pengurus di semua bidang,” tegas Ketua Pengurus Pengelola MAJT, Prof Dr KH Noor Ahmad MA usai pengukuhan dan ta’aruf Pengurus Harian dan Pleno Pelaksana Pengelola MAJT, di aula kantor MAJT, Sabtu (11/1).

Mantan anggota DPR ini mengakui, setelah seluruh program kerja berjalan dengan baik, maka arah MAJT ke depan diharapkan menjadi ikon peribadatan dan peradaban, baik tingkat nasional maupun internasional.

”Kalau sudah menjadi ikon, maka MAJT praktis akan menjadi rujukan, baik terkait peribadatan maupun keagamaan, sehingga ke depan juga akan menjadi pusat destinasi wisata dan tentu saja menjadi masjid percontohan dalam berbagai kegiatan keagamaan,” kata KH Noor Ahmad.

KH Noor Ahmad menambahkan, MAJT berdiri di atas tanah seluas 11,5 hektare, sehingga MAJT merupakan masjid terbesar, bukan saja tingkat nasional tetapi terluas di Asia. Belum lagi jika nanti aset tanah banda masjid Kauman yang berada di sekitar masjid dengan total seluas 23 hektar, sehingga total luasnya mencapai 34,5 hektare.

”Dengan aset seluas itu akan kita berdayakan untuk memakmurkan masjid. Maka peran dan sumbangsih para pengurus sangat dibutuhkan. Misalnya, untuk mendukung destinasi wisata, tentu harus kita bangun dengan baik agar bisa menarik perhatian wisatawan,” katanya.

Selain para pengurus, saat ini para pegawai MAJT dengan SDM yang profesional, mumpuni siap mendukung dan mengembangkan MAJT sebagai masjid yang memiliki kekuatan dan ikon termegah. Untuk mendukung hal ini, para pegawai sudah siap didaftarkan ISO untuk pelayanan yang lebih baik.

Menurut KH Noor Ahmad, beberapa aset di MAJT banyak yang bisa dimanfaatkan. Misalnya, saat ini hall yang sering disewa masyarakat tarifnya ternyata jauh masih murah. Oleh karenanya hall tersebut juga perlu pengembangan supaya lebih gemebyar. Demikian juga aset-aset lainnya perlu ditata agar bisa bermanfaat.

Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) juga berencana mengembangkan kawasan sekitar masjid menjadi Little Mecca atau Mekah Kecil. Sehingga, ketika orang datang ke kawasan itu, seolah berada di kota suci Mekah.

“Artinya orang datang akan sekaligus bisa berbelanja, sekaligus berwisata termasuk kuliner yang makanannya serba timur tengah, kawasannya juga dikemas menjadi seperti timur tengah. Bisa jadi ada untanya juga,” kata Noor Ahmad.

Pada saat ini, lanjut KH Noor Ahmad, sudah dibuat miniatur kabah, ke depan orang berjualan pakaian model timur tengah, kuliner khas timur tengah, perlengkapan haji dan oleh-oleh haji, dan lain-lain.

“Karena kita sudah memiliki MAJT yang sejak awal dibuat dan diisi mirip dengan Masjid di Mekah, tarawihnya seperti di Mekah, Imamnya seperti di Mekah, Adzannya seperti di Mekah,” katanya.

Diharapkan, jika kawasan wisata baru itu sudah jadi maka pengunjung yang datang akan dapat menikmati kuliner timur tengah, menikmati suasana seperti di Mekah maupun Madinah.


Dia menambahkan, untuk menjadi ikon masjid pusat peribadatan dan peradaban MAJT harus mulai diviralkan melalui media sosial, facebook, twetter, instagram, dan sebagainya. ”Untuk mendukung program ini MAJT bekerja sama dengan Udinus akan menggelar pelatihan bagi pengurus dan pegawai di lingkungan MAJT,” katanya. st

You Might Also Like

Meriahkan HUT ke-80 Tahun, KAI Daop 4 Semarang Gelar Donor Darah Serentak di Tiga Stasiun
Wali Kota Siapkan Anggaran Pemugaran Makam Kiai Sholeh Darat
Mahasiswa KKN UNDIP Bantu Penjualan Kue Lewat Aplikasi
Rekapitulasi Pemilu di Wonogiri Ditarget segera Selesai dan Dipublikasikan Pekan Ini
Persaudaraan Antaranak Bangsa Diharapkan Meningkat
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?