Penting, Perkenalkan Sastra Sejak Usia Dini

Para pendukung acara Bianglala Sastra Semarang TV dengan tema Menyemai Benih-benih Sastra bergambar bersama.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Upaya memperkenalkan sastra kepada anak-anak sejak usia dini sangat penting. Hal itu karena sastra berfungsi bukan sekadar menjadi hiburan namun bisa menjadi sarana pendidikan karakter.

Dalam karya sastra termuat realitas kehidupan yang mengandung edukasi moral, budi pekerti, cinta, dan kasih sayang.  Demikian kesimpulan yang bisa ditarik dari perbincangan pada acara Bianglala Sastra Semarang TV di Ngesrep, Semarang, dengan tema Menyemai Benih-benih Sastra, Minggu (23/02/2020) malam.

Acara yang dipandu oleh Ketua Komunitas Kumandang Sastra Driya Widiana Didik MS itu menampilkan narasumber Kepala SDN Pendrikan Kidul Semarang Rustantiningsih dan Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah Gunoto Saparie.

Menurut pengamatan Gunoto, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya pengajaran sastra di sekolah lebih baik. Kini ada upaya guru untuk memperkenalkan karya sastra langsung kepada para siswa. Para siswa tidak lagi banyak dijejali oleh hafalan nama-nama para sastrawan dan karya mereka.

“Bahkan ada kegiatan mencipta karya sastra, entah itu puisi atau cerita pendek, dalam kegiatan belajar-mengajar sastra,” ujarnya sambil menambahkan, jika dirinya masih belum sepenuhnya puas karena pengajaran sastra masih ditempelkan pada pengajaran bahasa. Sastra seakan hanya menjadi bagian dari bahasa.

Bunda Tanti, panggilan akrab Rustantiningsih, menambahkan, kalau selama ini ia berusaha menggalakkan literasi di sekolah yang dipimpinnya. Apalagi ia mendapat tugas juga untuk melakukan pendampingan gerakan literasi nasional di Jawa Tengah, bahkan di luar Jawa. Para guru, siswa, bahkan penjaga sekolah, ia dorong untuk menulis karya sastra, entah itu puisi, pantun, atau cerita pendek.

“Sejumlah buku telah dihasilkan oleh mereka,” katanya bangga seraya menunjukkan beberapa buku yang dihasilkan.

Pada kesempatan itu sejumlah siswa SDN Pendrikan Kidul membacakan puisi secara bersama. Keisha Albina Putri, Aisyah Maajid, Danin Shin Shiya, Devinsha Nadine, dan Arista Putri Tyas membaca puisi “Ketika Hati Bertanya Kepada Langit”. Tsabita Zahra, Amanda Puspita Cahyaningrum, Myiesha Kirana, Sabila Fajrin Citra Aprilia, dan Rasiha Benita W membaca puisi “Kabar untuk Sahabat”.

Kemudian Anissa, Natasya Luchfi Aulia, Salsabila Dofie SB, Hasna Oktavina R, dan Kynetha Arkarna Dewi membaca puisi “Seikat Janji”. Tiga puisi tersebut semuanya karya Bunda Tanti. Sedangkan Fika Faiiha Nabiilah, mahasiswi Teknik Kimia Undip, membacakan puisi “Semarang Kota Lama” dan “Berita Kepada Kawan” karya Mohammad Agung Ridlo. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here