By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Perawat Tangani COVID-19 di Jateng Memilih Tinggal di Mess
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Perawat Tangani COVID-19 di Jateng Memilih Tinggal di Mess

Last updated: 4 Mei 2020 19:27 19:27
Jatengdaily.com
Published: 4 Mei 2020 19:27
Share
Ilustrasi.
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) –Puluhan tenaga kesehatan rumah sakit di kabupaten Batang, Jateng, terindikasi positif Covid-19 setelah menangani seorang pasien. Rapid test menunjukkan hasil positif, dan segera menjalani tes swab.

“Total 18 perawat, dan 4 dokter yang positif dan sekarang masih menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit Limpung Batang, rata-rata mereka tertular karena pasien tidak jujur. Kini tim kesehatan yang pernah berkontak langsung sudah diminta karantina mandiri,” kata Ketua DPW PPNI Jateng, Edy Wuryanto saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2020).

Dia menjelaskan untuk mencegah penularan virus Corona di lingkungan keluarganya, sejumlah perawat yang bertugas menangani Covid-19 di Jateng memilih menginap di sejumlah mess yang disediakan oleh rumah sakit.

“Ada empat perawat RSUD Cilacap, lima orang di rumah sakit Batang, dan tiga orang di RSUD Bung Karno Solo,” ungkapnya.

Selain itu, makin maraknya adanya kasus penolakan tenaga kesehatan di Sukoharjo membuat takut perawat pulang ke rumah. Informasi yang dihimpun status perawat di Jawa tengah yakni orang tanpa gejala terdapat 3.821, orang dalam pantauan terdapat 1.805, pasien dalam pengawasan terdapat 6, dan yang positif sebanyak 21 orang.

“Penolakan terhadap perawat saat ini cenderung meningkat karena banyak dari mereka yang menangani pasien virus corona di rumah sakit milik pemerintah,” ungkap Edy. adri-yds

You Might Also Like

Buruh, Pelajar, Veteran, Lansia, dan Penyandang Disabilitas Kini Hanya Bayar Rp 1.000 Naik BRT Trans Jateng
Lombok Tengah Diguncang Gempa 3,2 Magnitudo Tadi Pagi
Terdampak Corona, Pemerintah Diminta Serap Hasil Tangkapan Nelayan
Munajat Doa Lintas Kader Ormas Islam di Semarang, Simbol Persatuan untuk Indonesia
Kontrak Habis, PSIS Lepas Oktafianus Fernando
TAGGED:COVID 19jawa tengahtenaga kesehatan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?