By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pesan Menyejukkan Saat Syeh Ali Jaber Bertemu Kang Emil
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pesan Menyejukkan Saat Syeh Ali Jaber Bertemu Kang Emil

Last updated: 24 September 2020 13:10 13:10
Jatengdaily.com
Published: 24 September 2020 13:10
Share
Syeh Ali Jaber bertemu dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam obrolan live IG (Instagram). Foto: Humas Jabar
SHARE

BANDUNG (Jatengdaily.com)- Apa yang terjadi jika Syeh Ali Jaber bertemu dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Keduanya terlibat dalam obrolan yang akrab dan hangat, meskipun bertemunya dalam obrolan live IG (Instagram), pada Selasa (22/9/2020). 

Mengangkat tema Belajar Memaafkan, banyak pesan menyejukkan selama satu jam empat belas menit perbincangan tersebut. Syeh Ali Jaber yang meskipun sempat menjadi sasaran penusukan di Lampung beberapa waktu lalu, memaafkan sang pelaku. Bahkan saat pelaku dihakimi warga, Syeh Ali Jaber melarang. Bahkan beberapa kali dalam kesempatan saat ditanya oleh sejumlah pihak, Syeh Ali Jaber tidak memiliki rasa dendam sama sekali.

Dia pun banyak bersyukur pada Allah SWT, karena telah diselamatkan dalam kejadian itu.

Sementara Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil, mengatakan, jika kekuasaan ini hanya sementara.   Tidak terkecuali bagaimana amanah kepemimpinan diwujudkan secara nyata oleh Kang Emil. Dalam bentuk dakwah Islam yang menyentuh semua aspek.  Mulai pemberdayaan ekonomi umat, memfasilitasi dialog ulama Jawa Barat dengan dunia Eropa, hingga cita-cita satu desa punya seorang penghafal Alqur’an.

Kang Emil mengungkapkan teringat nasihat ibunya. Bagaimana nanti saat di hari perhitungan (yaumul hisab). “Allah tidak akan bertanya berapa jembatan dan taman, yang sudah kamu bangun?” ucap Kang Emil menirukan pertanyaan ibu.

“Tetapi (yang Allah tanya) apakah masyarakatmu dalam ridha Allah, atau tidak?”

Berangkat dari nasihat ibunda tercinta di atas. Kang Emil bersungguh-sungguh menggunakan kekuasaan yang ada padanya, demi kemaslahatan umat. ‘’Maka lahirlah program-program Pemprov Jabar yang bersifat religius,’’ kata Kang Emil kepada Syeh Ali Jaber.

Syeh Ali Jaber yang mengikuti perjuangan Ridwan Kamil sejak menjadi Wali Kota Bandung, antusias mendengar ikhtiar Kang Emil. Dalam mewujudkan dakwah Islam yang bermanfaat. Kepada Syeh Ali Jaber, Kang Emil menyebutkan beberapa program unggulan Pemprov Jabar di bawah kepemimpinannya.

Seperti program Sadesa: satu desa satu penghafal Alqur’an.  “Di Jabar ada 5.300 desa syaikh, cita-cita saya selama lima tahun memimpin Jabar, target tiap desa punya satu penghafal Qur’an,” katanya.

Kang Emil menyebutkan pihaknya telah memberi beasiswa kepada 1.600 anak desa, guna disebar ke pesantren tahfizh agar jadi penghafal Alqur’an.

“Mudah-mudahan mereka pulang bisa memberi manfaat bagi masyarakat. (program) Ini inspirasinya dari Syaikh Ali Jaber,” bebernya.

Kang Emil menegaskan ingin menggunakan kekuasaan untuk dakwah dengan sebaik-baiknya. “Semoga di akhir jabatan saya, seluruh wilayah Jabar sudah punya banyak penghafal Alqur’an,” harapnya.

Selain itu, adapula program dakwah digital. Di antara bentuknya seperti acara live IG RK dan Syaikh Ali Jaber. Yang bisa diikuti masyarakat luas. Kemudian ada English for Ulama. Lima peserta terbaik dikirim ke Eropa untuk dialog.

Karena, menurut Kang Emil, kedamaian, pemahaman dan pengertian bisa didapat buah dari rajin berkomunikasi. “Kan kalau mau menguasai Alqur’an dan Hadis, mesti belajar bahasa Arab. Jika ingin menguasai dunia, ya kuasai bahasa pergaulan yaitu bahasa Inggris,” tuturnya.

Ada juga program satu pesantren satu produk. Sebanyak 1.200 pesantren diberi modal oleh Pemprov Jabar. Sekarang ada pesantren punya pabrik roti, pabrik sabun, sehingga bisa menghidupi warga pondok.

Tidak ketinggalan program Magrib mengaji sampai Isya. Bertujuan agar anak-anak tidak main hape terus. Lalu, ada Subuh berjamaah di masjid – yang di masa Covid-19 ini terbatas masjid tertentu. Kemudian bantuan Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera), tanpa bunga dan agunan, sesuai syariat Islam.

“Syaratnya cuma rajin ke masjid. Kalau minta satu juta, wajib hafal satu juz Alqur’an. Kalo pinjam Rp 30 juta, harus hafal dulu 30 juz,” ucap gubernur.

Kang Emil menuturkan semua program yang diupayakan, merupakan terjemahan terhadap nasihat sang ibu. Bagaimana Jabar dimaksimalkan dakwah Islamnya, melalui kekuasaan yang ada saat ini.

“Saya menyadari dan mengingatkan, jadi gubernur itu ibadah. Ini kekuasaan yang sementara. Kalau jadi gubernur lagi, saya akan berusaha istikomah. Kalau tidak jadi gubernur lagi, Insyaallah tetap semangat menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” pesan Kang Emil. She

You Might Also Like

Wacana Baru TNI akan Dilibatkan sebagai Petugas Haji, Inilah Alasan Kemenag
Psikologi Undip Masuk Posisi 10 Besar Edu Rank University Rangkings By Subject 2023
Lewat Halal Bihalal FH Unissula Bangun Solidaritas dan Kualitas
Persediaan Pangan dan Energi di Jateng Aman Selama Lebaran
Stop Bullying dan Diskriminasi Kelompok Disabilitas
TAGGED:ridwan kamilridwan kamil bertemu syeh ali jabersyeh ali jaber
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?