Robot untuk penderita stroke ciptaan PUI PT CBIOM3S Undip, saat diujicobakan di RSND. Dalam waktu dekat ini robot tersebut bisa digunakan oleh masyarakat. Foto: dok/Undip

SEMARANG (Jatengdaily.com) –Kabar gembira bagi pasien stroke (khususnya stroke bagian tangan), kini untuk melakukan pemulihannya bisa dilakukan menggunakan robot buatan Tim Universitas Diponegoro (Undip). Robot yang dirancang membantu pemulihan penderita stroke (undip) ini, dalam waktu dekat siap dipasarkan.

Adalah Pusat Unggulan Iptek  Perguruan Tinggi (PUI PT) Teknologi Kesehatan Center for Bio Mechanics, Bio Material, Bio Mechatronics, and Bio Signal Processing (CBIOM3S)  Undip Semarang yang semula menginisiasi melakukan penelitian dan kemudian menguji-cobakan. Akhirnya terwujud robot yang bisa membantu pasien stroke, khususnya yang mengenai tangan. Robot ini membantu penderita stroke agar bisa pulih seusai menjalani perawatan.

Pola kerja robot ciptaan Tim Undip ini adalah dengan meletakannya ke tangan pasien untuk melatih beban, agar otot-otot pasien kembali berfungsi sedia kala. Intinya, robot ini berfungsi sebagai media membantu rehabilitasi lengan, yakni dengan model pembebanan pasien stroke.  

Ketua tim yang juga Ketua PUI PT Teknologi Kesehatan CBIOM3S, Dr Rifky Ismail ST, MT, mengatakan pola kerja robot adalah melatih lingkup gerak sendi,  kekuatan otot, dan kekakuan otot.

Pola kerja robot sebagai terapi rehabilitasi lengan model pembebanan pada pasien stroke ini, digerakkan secara manual oleh pasien. ”Robot akan membantu pasien melakukan gerakan menekuk siku secara berulang. Juga melatih pasien untuk menggerakkan bahu,” tutur Rifky Ismail, Kamis (2/7/2020).

Rifky mengungkapkan, kecanggihan robot dalam melatih penderita stroke ini  adalah kemampuannya untuk mengetahui batas kekuatan tangan pasien mengangkat beban saat menjalani terapi. 

Dengan begitu petugas medis bisa melihat progres kekuatan otot pasien saat menjalani rangkaian terapi.

Robot ini juga bisa mengukur kekuatan lengan pasien sehingga, pola latihan pasien pun bisa terukur. Misalnya, hari ini dilatih dengan batas kekuatan 100 gram, maka beberapa hari kemudian dinaikkan 200 gram. Kalau pasien tidak kuat mengangkat maka alat tersebut akan diam saja.

Meski kelihatannya pola kerja robot ini dibuat sederhana, namun fungsinya cukup banyak. Selain membantu pasien, kehadiran robot ini juga membantu tenaga medis mengurangi kontak dengan pasien. Dalam kondisi wabah Covid-19 seperti sekarang ini, pemakaian robot bisa mengurangi interaksi antara fisioterapis dengan pasien.

”Ke depan, jika pembuatan alat ini bisa murah, maka pasien dapat membeli dan menggunakan secara mandiri di rumah. Itu yang sedang kami upayakan sekarang ini, bagaimana supaya harganya terjangkau,” kata Rifky, pakar teknik mesin yang giat membangun kerjasama dengan dokter untuk membuat inovasi yang bermanfaat bagi pelayanan medis dan penanganan pasien infeksius.

Diungkapkan juga, robot yang drancang di Laboratorium CBIOM3S Undip  ini sudah menjalani beberapa kali ujicopba, sehingga dalam waktu dekat ditargetkan sudah bisa digunakan oleh masyarakat. Saat dilakukan uji coba di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang, Senin (22/6/2020), secara teknis hasilnya memadai.

Ikut menyaksikan uji coba tersebut, di antaranya Dirut RS Nasional Diponegoro, Dr. dr. Sutopo Patria Jati MM bersama direksi  lainnya; Dekan Fakultas Kedokteran Undip Dr. dr. Dwi Pudjonarko  MKes, SpS-K; serta sejumlah pejabat di lingkungan Undip.

Dari laporan Ketua PUI PT Teknologi Kesehatan CBIOM3S Undip disebutkan, Tim Perancang Robot Therapis Stroke beranggotakan dr Hari Peni Julianti MKes,  SpKFR; Dr Rifky Ismail ST MT dan Dr Ing Novie Susanto ST MEng. Dalam pengembangannya juga dibantu  oleh tim Neurologi dan Kedokteran Fisik FK Undip,  Mahasiswa S1 Fakultas Teknik dan FK Undip. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here