Membawa lakon Basukorno, dalang Sujiwo Tejo dalam pagelaran wayang kulit Jumat Kliwon di TBRS, Kamis (9/1/2020) malam. Foto: ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pagelaran wayang kulit malam Jum’at Kliwon yang ke 285 oleh Teater Lingkar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang di gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) berlangsung guyub, Kamis, (9/1/2020).

Dengan membawa Lokon Sang Basukarno, dalang Ki Sujiwo Tejo menjadikan lakon sebagai tempat rendevous anak-anak muda milineal. Mereka di dominasi dari kalangan kampus dan tentu saja Janjukter’s Community.

Sajian dialog-dialog khas anak muda dengan tembang-tembang melo cintanya sangat genit mengisi ruang-ruang rindu di hati para jiwa muda. Selain itu diselingi tamparan-tamparan penjungkirbalikan gaya berpifir yang nyleneh. Tapi sangat bisa diterima sebagai penyadaran kesadaran intelektualitas serta sangat mewakili kegelisanan kaum milenial.

“Mbah Tejo seratus persen suguhannya milinial banget penyajiannya, itulah magnet mbah Tejo atau istilahnya Presiden Janjukers,” ujar Rio salah satu penonton.

Menurutnya, pagelaran wayangan malam Jumat Kliwon yang biasanya racikan dalang-dalang yang lain, untuk hal ini berbeda karena memberikan porsi lebih proporsional baik untuk penonton golongan tua dan anak muda

Goresan warna pelangi di kanvas wayangan malam Jum’at Kliwon selalu mewarnai memang setiap pagelaran wayangan malem Jum’at Kliwon.

“Kita harus bisa memberikan sajian tontonan yang berbobot, jongko itu kudu dijangkah, kami tidak bisa apa-apa tanpa anda dan bila kita iklas Gusti akaryo jagad akan semakin sayang kepada kita,” ujar Maston Ketua Teater Lingkar. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here