By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kurang dari 24 Jam, Merapi Meletus 3 Kali
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kurang dari 24 Jam, Merapi Meletus 3 Kali

Last updated: 28 Maret 2020 16:03 16:03
Jatengdaily.com
Published: 28 Maret 2020 15:53
Share
Letusan Merapi Sabtu (28/3/2020) pukul 05.21 terlihat dari pos pengamtan Babadan. Foto: dok.BPPTKG
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gunung Merapi meletus tiga kali hanya dalam kurun waktu tak kurang dari 24 jam. Letusan pertama terjadi Jumat (27/3/3030) pukul 10:46 WIB, disusul letusan kedua di hari sama pukul 21:46 WIB dan terakhir Sabtu (28/3/2020) pukul 05:21 WIB.

Kepala BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekonologi Kebencanaan Geologi) Hanik Humaida menjelaskan, letusan kedua dan ketiga tersebut masing-masing menghasilkan tinggi kolom 1000 m dan 2000 m. Seismograf merekam letusan dengan amplitudo masing-masing 40 mm dan 50 mm dengan durasi 180 detik.

“Tidak teramati adanya awan panas dari letusan ini. VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) diterbitkan dengan kode warna Orange. Angin saat kejadian letusan mengarah ke Barat. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi dalam radius 5 km dari puncak G. Merapi terutama pada sektor Barat menjangkau wilayah kecamatan Krinjing, Kabupaten Magelang,” jelasnya.

Dikatakan, seismisitas setelah erupsi tanggal 27 Maret 2020 pukul 10:46 WIB didominasi gempa LF yaitu sebanyak 24 kali, hembusan 11 kali, guguran 2 kali, dan MP 2 kali. Deformasi tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Data observasi ini menunjukkan bahwa menjelang letusan adanya fluida yang bergerak ke permukaan, tetapi tekanan tidak cukup kuat karena material letusan didominasi oleh gas vulkanik.

“Kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Ancaman bahaya letusan ini berupa awanpanas dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan < 3 km berdasarkan volume kubah yang sebesar 291.000 m3 berdasarkan data drone 19 Februari 2020,” tambahnya

BPPTKG mengimbau, masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi. yds

You Might Also Like

Semen Gresik Beri Awards bagi Desa dengan Ketahanan Pangan Terbaik 2021
Festival Muharram di MAJT, Bina Milenial Membangun Peradaban Islam
Cetak Notaris Andal, MKn Unissula Hadirkan Agung Irianto dalam Kuliah Pakar
Pemerintah Minta Rektor Wujudkan Kampus Ramah Sampah
Hapus Dua Nama DPO Kasus Vina Cirebon, Polri Ungkap Alasannya
TAGGED:bpptkggunung merapi meletusmerapi erupsi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?