By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Temui Kang Emil, Keluarga Inggit Sepakat Serahkan Dokumen Soekarno
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Temui Kang Emil, Keluarga Inggit Sepakat Serahkan Dokumen Soekarno

Last updated: 29 September 2020 18:32 18:32
Jatengdaily.com
Published: 29 September 2020 18:32
Share
Keluarga salahs atu istri Soekarno Inggit saat bertemu Gubernur Jabar Kang Emil. Foto: dok/Humas Pemprov Jabar
SHARE

BANDUNG (Jatengdaily.com)– Kabar gembira disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.  Lewat akun Instagram _@ridwankamil, Kang Emil mengabarkan kedatangan keluarga besar Inggit Garnasih, Senin (28/9/2020).

Ia menerima langsung anak dan cucu ibu Inggit Garnasih, salah satu Istri almarhum Soekarno. “Ternyata cucu ibu Inggit ada tujuh. Dari dua anak angkat,” katanya.

Kedatangan mereka terkait kesepakatan mayoritas keluarga besar, guna menyerahkan dokumen penting bersejarah, yakni surat nikah dan akta cerai Soekarno-Inggit, kepada negara. “Tidak untuk dijual kepada kolektor pribadi,” lanjut Kang Emil.

Bahwa negara nanti akan mengganti biayanya, keluarga besar menyerahkan kepada aturan dan regulasi yang ada. Tentu, sebagaimana yang diharapkan masyarakat Indonesia, Kang Emil merespons positif maksud baik keluarga ibu Inggit tersebut.

“Insya Allah jika semua rencana berjalan baik, kami akan proses secara prosedural. Dan, menurut hemat kami, dokumen bersejarah tersebut akan lebih afdal jika disimpan di Gedung Arsip Nasional, bukan di lingkungan Pemprov Jawa Barat,” paparnya.

Pertemuan keluarga besar Inggit Garnasih dan Kang Emil, menunjukkan ikatan mendalam sesama warga Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, Kang Emil tidak sebatas memposisikan diri sebagai seorang pemimpin. Tetapi, lebih dari itu, berperan aktif menjadi anak bangsa yang wajib menjaga risalah penting milik bapak bangsanya, Ir Soekarno.  Agar dokumen berharga itu tetap bisa diakses melalui lembaga resmi negara: Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Bandung, Soekarno dan Kang Emil,  bila kita jeli maka ada ikatan emosional antara ketiganya.

Di Bandung, Sang Proklamator menyelesaikan pendidikan tinggi. Dalam semangat pergerakan nasional melawan penjajah.

Di sana pula, si Bung Besar merasakan lantai dingin penjara Banceuy (1929), dan penjara Sukamiskin (9 Desember 1930 – 31 Desember 1931), karena lantang menyerukan perlawanan terhadap rezim kolonial Belanda. 

Pun cinta putra Sang Fajar bersemi di Kota Kembang. Ia mempersunting perempuan Sunda: Inggit Garnasih pada 1923. Kemudian bercerai tahun 1942, sebelum menikahi Fatmawati.

Peristiwa di atas terbingkai apik dalam sejarah bangsa ini. Sudah 90 tahun lamanya. Bila mengacu pada masa Sukarno menjalani hukuman penjara.

Sementara generasi belakangan, lewat representasi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tidak boleh tidak. Mesti menjaga bingkai sejarah terkait Bandung dan si Bung, agar tetap terawat, tak lusuh digerogoti “rayap zaman”.

Pada 2015, Kang Emil meresmikan nama Jalan Dr Ir Soekarno. Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November.

Sebagai Wali Kota Bandung, ia ingin mengabadikan nama Presiden RI pertama, menggantikan nama Jalan Cikapundung Timur. Di sebelah Gedung Merdeka.

Tidak sampai di situ. Kepekaan Kang Emil atas pentingnya sejarah Bandung dan Bung Karno, juga diwujudkan lewat revitalisasi monumen Penjara Banceuy pada 2015 lalu. Memeriahkan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Apresiasi Kang Emil terhadap sosok bapak bangsa, Ir Soekarno, juga tampak dalam garapan Monument de Soekarno.

Kang Emil mendapat kepercayaan mendesain monumen-taman di lokasi strategis tengah kota ibu kota Aljazair, Alger. Sedangkan pembuatan patung dada Bung Karno oleh pematung, Dolosora Sinaga.

Peresmian Monument de Soekarnodilakukan pemerintah Aljazair, Juli 2020. Monumen tersebut menandakan hubungan persahabatan kedua negara yang sangat erat.

Kang Emil menggabungkan sisi ketokohan Bung Karno dan ke-Aljazair-an sekaligus, dalam desainnya yang begitu apik.

Maka terciptalah: Taman berbentuk bulan sabit dengan patung Bung Karno di tengahnya, sedang menunjukkan jari ke atas. “Seolah sedang berteriak: Wahai negara Asia-Afrika, kita lawan kolonialisme! kata Kang Emil. She

You Might Also Like

Demak Expo Targetkan Transaksi Rp 1,2 miliar
Aksi Relawan HalloPuan Vaksinasi Covid-19 bagi Warga Sekitar Jakarta Pusat
Tersangka T – Pegawai PDAM Kudus Positif COVID-19 Tertular di Tahanan Polres
Ini Strategi BNPB Antisipasi Dampak Bencana saat Mudik Lebaran
Banjir Landa Ratusan Rumah Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol di Desa Karangrejo Demak
TAGGED:Inggit GarnasihKang Emilkeluarga inggit temui kang emil
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?