Terminal di Jateng Kewalahan Terapkan Protap Kesehatan Cegah Corona

Hadi Santoso, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng. Foto: ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – DPRD Propinsi Jawa Tengah mendesak penghentian sementara bus AKAP dan bus pariwisata dari Jabodetabek ke Jawa Tengah.

Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso mengatakan hal itu setelah melihat tingginya aktivitas pemudik di terminal di daerah-daerah termasuk Baturetno Wonogiri.

“Kami berharap Dishub segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungunan untuk penghentian sementara bus AKAP dan bus pariwisata dari dan ke Jabodetabek, untuk memastikan penanganan Corona di Jateng terkendali,” ungkap Hadi.

Kebijakan penghentian sementara ini diperlukan guna lebih mengontrol kedatangan para pekerja migran ke Jawa Tengah. “Dua hari ini terminal-terminal nampak kewalahan menerapkan protap kesehatan untuk pencegahan Virus Corona bagi pemudik, sterilisasi dan pengecekan fasilitasnya terbatas,” tambahnya.

Menurut anggota FPKS ini lonjakan penumpang sudah terlihat di semua terminal di Jawa Tengah dan berdampak pada masyarakat di desa yang jauh dari sarana prasarana kesehatan. “Di desa-desa pemudik belum bisa dikontrol secara ketat 14 hari karantina susah dilaksanakan,” lanjutnya.

Saat ini tercatat lebih dari 500 bus dan puluhan kereta yang setiap hari memasuki Jawa Tengah dari Jabodetabek, ada 24 terminal tipe B, 21 terminal tipe A, 9 stasiun kereta api yang berada di wilayah Jawa Tengah dengan tidak kurang dari 2.943 armada AKAP yang meluar masuk.

Hadi juga menyambut baik kebijakan penghapusan mudik gratis sebanyak 746 bus dari pemerintah, serta pemberhentian sementara operasi kereta yang berasal dari Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Ini pilihan paling realistis, pembatasan dan pengawasan dari pull keberangkatan dan kedatangan, serta kawasan perbatasan, semua harus kita lakukan untuk kebaikan bersama,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Terminal Induk Giri Adipura Krisak, Agus Hasto Purwanto, Rabu (25/3/2020) mengungkapkan kedatangan bus dari Jabodetabek pada 15 Maret ada sebanyak 96 armada dan jumlah penumpang 1.364 orang. Kedatangan penumpang dari Jakarta pada tanggal 16 Maret sebanyak 99 bus dengan jumlah penumpang 1.401 orang.

Kemudian pada tanggal 17 Maret ada sebanyak 91 bus dengan jumlah penumpang 1.422 orang. Lalu pada tanggal 18 Maret ada 95 bus dengan jumlah penumpang 1.404. Selanjutnya, pada tanggal 19 Maret ada 118 bus dengan jumlah penumpang 1.797 orang.

“Pada tanggal 20 Maret ada 125 bus, jumlah penumpang 2.124 orang. Bertambah lagi pada tanggal 21 Maret 121 bus, jumlah penumpang 2.003. Terakhir data kami pada tanggal 22 Maret 131 bus, jumlah penumpang 2.625 orang,” ujar Agus. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here