Tim 1 KKN Undip Beri Tips jadi Entrepreneur

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) I Universitas Diponegoro (Undip) memberikan sosialisasi dan simulasi pada remaja di Desa Kaliwungu, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Foto: dok tim KKN Undip

TEGAL (Jatengdaily.com) — Setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang kreatif dan mandiri. Kreatif dan mandiri harus diajarkan semenjak dini, salah satu caranya dengan menumbuhkan semangat wirausaha sedari kecil.

Semangat wirausaha sendiri tidak semata-mata hanya kemampuan untuk menjual barang-barang dagangan, namun dari sisi emosional sang anak yang membuat jati diri mereka terbentuk menjadi anak yang cerdas, mudah bersosialisasi, percaya diri, dan keterampilan yang apik yang membuat mereka selalu ingin berkembang.

Bertitik tolak hal itu, anggota tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) I Universitas Diponegoro (Undip) memberikan sosialisasi dan simulasi pada remaja di Desa Kaliwungu, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal pada kegiatan Posyandu Remaja Minggu (19/1/2020). Sosialisasi tentang cara berwirausaha sejak usia dini itu diadakan di Balai Desa Kaliwungu.

Tim 1 KKN Undip juga memberi tips n trick menjadi entrepreneur yang dapat memanfaatkan peluang dan kreatif dalam pemasaran produk jualannya.

“Belajar untuk berwirausaha itu bisa kita lakukan dimana saja, tidak harus memiliki tempat berjualan tetap, kita bisa mulai berwirausaha di sekolah dengan menjajakan jualan kita ke teman dan juga dititipkan di kantin sekolah” ujar Fahmi Ardi selaku anggota tim KKN Undip saat sosialisasi tersebut.

Menjadi entrepreneur bukanlah sesuatu yang instan, kegagalan adalah suatu hal yang pasti terjadi, maka dari itu dalam sosialisasi tersebut, Fahmi sebagai pemateri memberikan motivasi kepada remaja yang hadir untuk menumbuhkan kreativitas agar bisa berkembang dan memiliki kemampuan bersaing. Kegiatan tersebut juga diselingi dengan pemutaran video kartun motivasi berwirausaha yang bertujuan untuk menarik perhatian para remaja yang menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, para remaja juga diajak untuk melakukan kegiatan “Market Day”, yaitu simulasi kegiatan berdagang dengan barang yang sudah disiapkan oleh panitia, dengan kelompok remaja tersebut dibagi menjadi dua, dan sisanya menjadi pembelinya. Pada simulasi berjualan, dua kelompok tersebut diminta untuk menata barang-barang yang ingin dijualkan serta pemberian harga dan pemasaran yang dikemas dengan menarik. Kegiatan sosialisasi yang turut menggandeng ibu-ibu PKK dan organisasi kepemudaan, IPNU, berjalan dengan lancar hingga akhir. Nadya Alma Tusada/Fahmi Ardi-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here