in

UNDIP Bermitra dengan RS TNI AL Surabaya, Ciptakan Alat untuk Penderita Lumpuh BPI

Kol dr Adi Suriyanto SpOT dari RS TNI AL Surabaya mencoba alat Wearable Elbow Exoskeleton buatan Undip yang nantinya dipasangkan pada siku penderita Brachhial Plexus Injury (BPI). Foto: dok/Undip

SEMARANG (Jatengdaily.com) –Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit (RS) TNI Angkatan Laut (AL) Surabaya, dengan membuat alat Wearable Elbow Exoskeleton. Kerjasama ini adalah melalui Pusat Unggulan Iptek  Perguruan Tinggi (PUI PT) Teknologi Kesehatan Center for Bio Mechanics, Bio Material, Bio Mechatronics, and Bio Signal Processing (CBIOM3S) Undip.

Ketua tim yang juga Ketua PUI PT Teknologi Kesehatan CBIOM3S, Dr Rifky Ismail ST MT mengatakan, alat Wearable Elbow Exoskeleton ini dipasangkan pada siku penderita Brachhial Plexus Injury (BPI) atau bagi penderita kelumpuhan yang bisa terjadi karena kecelakaan lalu lintas. Dalam beberapa kasus, kelumpuhan nya secara parsial terjadi hanya pada siku.

Alat ini digerakkan dengan sensor EMG (elektro myography) yang digerakkan melalui kontraksi otot leher. Sensor EMG  di sekitar otot leher dan ketika siku akan digerakkan maka pengguna dapat mengkontraksikan otot lehernya.

”Alat ini didesain sebagai wearable device dan dipasangkan di siku sehingga bisa dipakai untuk aktifitas sehari-hari,” jelasnya.

Tim pengembang dari Undip terdiri dari Dr Rifky Ismail, M Ariyanto MT, Prima Adi Yudistira, M.Eng, M. Faris, ST serta beberapa mahasiswa S1.  

Adapun mitra peneliti dan pemesan dari RS TNI AL Surabaya dr Ramelan dan Kol dr Adi Suriyanto SpOT. 

Uji coba telah dilakukan oleh kedua belah pihak. Dan saat ini, Undip membuat dua alat sesuai pesanan. Bahkan menurutunya, dr Adi dan tim dokter ortopedi telah mencobanya. ”Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan rumah sakit, bisa menciptakan inovasi baru yang bisa digunakan oleh masyarakat,” jelasnya

Lebih lanjut menurutnya, awal dari dibuatnya alat ini adalah adanya rasa keprihatinan. Pasalnya tidak sedikit kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kondisi putusnya koneksi saraf ke tangan, akibat trauma Plexus Brachial Injury (BPI). Salah satu akibatnya kondisi siku tangan menjadi lumpuh. Jika upaya medis oleh dokter untuk menghubungkan koneksi saraf ini tidak berhasil dilakukan maka pasien akan jadi lumpuh permanen.

”Oleh karena itu, kita membuatkan alat pada siku tangan ini dan dipasang untuk kebutuhan sehari-hari. Ada aplikasi teknologi robotik-mekatronik di dalamnya. Intinya, alat ini membantu untuk menggerakkan siku sehingga siku bisa menekuk dan bisa membantu gerakan tangan untuk aktifitas sehari-hari,” jelasnya.

Alat ini diharapkan bisa membantu dalam kehidupan sehari-hari si pasien untuk kembali hidup lebih mandiri. Sebaliknya, jika siku yang mengalami lumpuh tidak digerakkan, maka masa ototnya akan terus berkurang dan mengecil, siku dan lengan tangan penderita. She

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Demak Masih Zona Merah, Bupati Keluarkan Peraturan Kewajiban Gunakan Masker

Soal Penemuan Obat Covid-19, JK: Tunggu Keputusan BPOM