By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Warga di Sejumlah Desa di Tegal Alami Krisis Air Bersih
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Warga di Sejumlah Desa di Tegal Alami Krisis Air Bersih

Last updated: 2 September 2020 18:25 18:25
Jatengdaily.com
Published: 2 September 2020 18:25
Share
Bantuan air bersih langsung diserbu warga. Warga berebut mengambil air menggunakan ember, jerigen dan wadah air lainnya. Foto: wing
SHARE

SURADADI (Jatengdaily.com)- Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah desa di Kabupaten Tegal. Sumber air baik dari sumur maupun sungai tak lagi bisa dimanfaatkan karena kondisi airnya keruh. Akibtnya, warga mengalami krisis air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. Seperti yang dialami warga desa Harjasari dan Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Untuk membantu warga, Kodim 0712 Tegal mendistribusikan 10 tangki air bersih ke desa Harjasari dan Jatimulya, Rabu (2/92020). Bantuan air bersih langsung diserbu warga. Warga berebut mengambil air menggunakan ember, jerigen dan wadah air lainnya.

“Hari ini kami berikan bantuan 10 mobil tangki air bersih setelah ada laporan desa ini mulai dilanda krisis air bersih karena dampak kemarau,” kata Dandim 0712 Tegal, Letkol (Inf) Sutan P Siregar disela-sela pemberian bantuan.

Menurut Sutan, bantuan air yang diberikan ini belum dapat memenuhi kebutuhan semua warga, mengingat banyaknya jumlah kepala keluarga yang terdampak kekeringan. Oleh karena itu, pihaknya berencana akan kembali mendistribusikan bantuan air bersih.

“Nanti akan ada distribusi air bersih lagi. Karena ini 10 tangki masih kurang untuk mencukupi kebutuhan warga,” ujar Sutan, Rabu (2/9/2020)

Jika tak ada bantuan air, warga mengaku terpaksa membeli air bersih ke penjual air dengan harga Rp. 3.000/jerigen ukuran 5 liter. Hal ini dirasakan warga sangat berat, karena mereka setiap hari harus mengeluarkan biaya untuk membeli air bersih. Warga berharap bantuan air bersih diberikan rutin minimal satu minggu dua kali.

“Kalau bisa bantuan air seperti ini rutin jangan hanya sekali biar kami tidak berat ongkos untuk membeli air bersih setiap hari,” ujar salah satu warga, Rami (42). Wing-she

You Might Also Like

Sering Terjadi Kecelakaan di Pertigaan Hanoman, Dishub Usulkan Tiga Opsi
Kinerja Mbak Ita Satset dalam Upaya Penanganan Banjir Dipuji Anggota DPRD Kota Semarang
Raih 3 Penghargaan Anugerah ProKlim, Kota Semarang Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Lingkungan
Pacaran Setelah Menikah, Kenapa Tidak?
Rombongan Belanda Berziarah di Makam Kehormatan Ereveld Kalibanteng
TAGGED:kabuapten tegalkrisis air bersihsuradadi krisis air bersih
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?