18 Wisudawan Terbaik Untag Diwisuda Secara Luring, Walikota Semangati Melalui Daring

Para wisudawan terbaik Untag Semarang melaksanakan wisuda secara luring di kampus Merah Putih., Bendan Semarang. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Walikota Semarang, Dr Hendrar Prihadi SE MM memberikan semangat kepada para wisudawan Universitas 17 Agustus 1945 melalui daring. Walikota berpesan agar para wisudawan tetap eksis dan mengembangkan diri sebagai aktor-aktor penting di bidang masing-masing.

”Wisuda ini bukan sebagai akhir dari segalanya, tetapi jadikanlah prosesi wisuda ini sebagai langkah awal untuk berkiprah dan berkarya kepada keluarga, bangsa, dan negara,” pinta Walikota pada wisuda ke-84 yang dilakukan secara daring, Sabtu (23/10/2021).

Walikota juga mengapresiasi kepada Untag Semarang, karena telah mematuhi protokol kesehatan, dibuktikan dengan upacara wisuda secara daring. Meskipun Semarang saat ini sudah berada pada level 1 PPKM, untuk tetap mewaspadai Covid-19, maka Untag tetap menyelenggarakan wisuda secara daring.

”Saya mengapresiasi Untag yang telah mematuhi prokes, dengan menggelar wisuda secara daring seperti ini. Tak lain agar terhindar dari penularan Covid, meski sekarang ini Kota Semarang sudah pada level 1,” tegas Walikota.

Prosesi wisuda secara luring dilaksanakan secara perwakilan di Graha Kebangsaan, Kampus Merah Putih, Bendan Semarang. Sebanyak 18 wisudawan terbaik dari berbagai fakultas mewakili 450 mahasiswa yang diswisuda secara daring.

Rektor Untag Prof Dr Suparno memberikan SK kepada Dr Junaedi SH MH sebagai ketua alumni Untag Semarang. Foto:dok

Pada kesempatan tersebut Rektor Untag, Prof Dr Drs H Suparno MSi juga memberikan surat keputusan (SK) kepada Dr Junaedi SH MH, sebagai ketua alumni Untag Semarang. Prof Suparno menyebutkan, hingga prosesi wiudawan ke-84, jumlah alumni Untag mencapai 40 ribu lebih tersebar di mana-mana.

”Diharapkan Pak Dr Junaedi yang telah menjabat Bupati Pemalang dua periode ini bisa menjembatani para alumni untuk ikut memajukan Untag semakin maju lagi,” ujar Prof Suparno.

Menurut Prof Suparno, untuk mempersiapkan SDM yang unggul, Untag terus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa, antara lain melalui penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Di samping itu, Untag juga selalu mendorong peningkatan kapasitas dosen dengan memfasilitasi dosen menempuh studi S3 dan meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran.

”Dari jumlah 221 dosen Untag yang telah berkualifikasi pendidikan S3 sebanyak 64 orang atau 28,99 persen,” ujarnya.

Dia menambahkan, mulai semester gasal 2021/2022, Untag menambah satu program studi pada Fakultas Bahasa dan Budaya, yakni prodi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. ”Alhamdulillah mahasiswa angkatan 1 pada prodi ini berjumlah 32 orang yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Atas pencapaian tersebut, saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mendukung dan memberikan petunjuk dan bimbingan,” ujar Prof Suparno.st