Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Foto: dok/humas

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Walikota Semarang  Hendrar Prihadi mengaku belum ada laporan terkait rombongan pegawai RSUD Wongsonegoro yang dikabarkan mengalami kecelakaan saat melakukan wisata di Gunungkidul, Yogyakarta pada Sabtu (18/9/2021), saat pemerintah pusat masih pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Saya belum dengar cerita tentang pegawai RS Wongsonegoro terkait hal itu. Tapi saya pastikan setelah dapat kabar ini saya akan koordinasi dengan Direktur Utama Wongsonegoro. Kapan kejadiannya? siapa yang berangkat? seizin siapa?,” kata Hendrar Prihadi di Semarang, Senin (20/9/2021).

Baca Juga:

Serahkan Bantuan, Presiden Minta Perawatan Legenda Pebulutangkis Verawaty Terjamin >>>

Menurut dia, para aparatur sipil negara (ASN) diminta memberikan contoh untuk menahan diri tidak bepergian saat pemerintah pusat masih pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Jadi ASN di lingkungan birokrasi pemerintah kota Semarang harus menjadi contoh yang baik. Kalau sejauh ini diminta mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan untuk mencegah penularan covid-19,” ungkapnya.

Pihaknya bakal menjatuhkan sanksi tegas bila mereka yang berwisata menggunakan waktu saat dinas.

“Sanksi akan kita berlakukan kalau ternyata perjalanannya mereka saat jam kerja. Misalnya harusnya kerja kemudian tidak masuk hanya gara gara wisata pasti kita jatuhkan sanksi,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, Susi Herawati mengatakan insiden kecelakaan bus wisata rombongan pegawai rumah sakitnya di Gunungkidul, Yogyakarta, merupakan acara pribadi pegawai. Pihak Rumah Sakit tidak mengetahui, dan mengakomodir acara itu.

“Itu acara pribadi. Beberapa pegawai bersama keluarga. Pihak rumah sakit tidak mengadakan acara itu,” kata Susi Herawati.

Pihaknya belum mengetahui pasti jumlah penumpang dalam bus itu. Yang pasti jumlah pegawai RSUD hanya 17 orang di dalam bus itu

“Hanya 17 pegawai sisanya keluarga dari pegawai,” jelasnya

Terkait izin, dia memastikan acara itu tanpa sepengetahuan pihak managemen. Sedangkan untuk pegawai bidang apa yang alami kecelakaan, sampai saat ini belum mengetahui.

“Itu tidak ada ijin dengan saya. Jadi tidak ada hubungannya dengan rumah sakit. Untuk pegawai apa saya belum tahu, tapi sepertinya mereka sudah masuk kerja,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Bus Pariwisata bernopol H 1446 BW yang membawa rombongan pegawai RSUD Wongsonegoro Semarang mengalami kecelakaan tunggal di Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (18/9). Atas kejadian tersebut empat penumpang mengalami patah tulang dan 8 mengalami luka ringan. adri-she