Debit Air Sungai Jajar Demak Minim, Aliran Air Bersih ke Pelanggan Ngitir

BPBD Kabupaten Demak saat memberikan bantuan air bersih kepada warga perumahan Mangunjiwan, yang terdampak minimnya aliran PDAM. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Warga Demak khususnya pelanggan PDAM beberapa hari terakhir mengeluh, menyusul aliran air dari perusahaan milik daerah yang tersendat alias ngitir. Tak sedikit di antara mereka terpaksa ngangsu ke tetangga yang memiliki sumur artetis bahkan pergi ke SPBU sekadar untuk mandi.

Di antaranya seperti disampaikan Retno warga Wonosalam, yang sudah tiga hari ini mengalami kesulitan air bersih. Karena minimnya air tersebut, ibu rumah tangga itu harus nunut mandi dan mencuci baju di kediaman kerabatnya yang kebetulan memiliki sumur.

Senada disampaikan Sari warga Mangunjiwan. Ibu satu anak itu juga harus ngangsu ke tetangganya yang pelanggan sumur artetis agar bis memiliki air untuk mencuci piring dan cuci tangan sepulang bepergian.

“Untuk mandi kami ke SPBU. Kebetulan memang di rumah tidak punya tandon air. Hanya mengandalkan aliran dari PDAM,” ujarnya, Kamis (2/9/2021).

Kabar baiknya, warga di perumahan di tempatnya tinggal memiliki kontak BPBD Kabupaten Demak. Sehingga pada Rabu (1/9) petang ada petugas datang sambil membawa satu tangki kapasitas 6000 liter dan dibagikan kepada warga yang dibutuhkan.

Mengenai aliran yang tersendat ke pelanggan, Direktur PDAM wilayah Demak Barat IIn Syariah menjelaskan, hal itu dikarenakan minimnya debit air Sungai Jajar yang merupakan sumber air baku PDAM. Pada saat sama, sedang ada pembangunan talud di saluran air Pilang Wetan Kebon Agung sehingga mempengaruhi suplai air dari hulu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Peryanian, GP3A, P3A dan Dinputaru permohonan gelontoran air dari pintu air 78 – 79 Klambu Kudu. Alhamdulillaah sudah ada respon Senin kemarin dan ada tambahan dari Merak yang dialirkan ke Sungai Jajar,” terangnya.

Sehubungan terkendalanya aliran ke pelanggan PDAM pihaknya meminta maaf. Diharapkan air baku yang tersedia dan masih minim itu tidak digunakan petani untuk mengaliri sawah mereka.

Terpisah Kabid Darlogpal BPBD Kabupaten Demak Suprapto menambahkan, sejauh ini belum banyak permintaan pasokan air bersih oleh warga yang kesulitan. “Baru di Mangunjiwan dan BKPP,” pungkasnya. rie-yds