571 Orang Isolasi di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Kapasitas Tersisa 228

Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali . Foto: yanuar

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Pasien COVID-19 OTG (Orang Tanpa Gejala) dari Kabupaten Kudus dan Soloraya yang sedang isolasi di Asrama Haji Donohudan (AHD), Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dijadwalkan menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab, Kamis (10/6/2021)

Dokter penanggung jawab AHD, dr. Sigit Armunanto mengatakan, terdapat 269 pasien yang akan menjalani tes swab yakni 209 pasien dari Kabupaten Kudus dan 60 pasien dari Soloraya.

“Kita ambil swab kemudian kita transfer ke laboratorium di Semarang punya Pemprov dan besok [Jumat (11/6/2021)] pagi sudah jadi. Dengan jumlah yang di-swab 269. Yang negatif harus dipulangkan. Karena yang di sini tempat isolasi yang positif, negatif memang harus segera dipulangkan ke wilayah masing-masing,” terang Sigit dilansir laman pemkab boyolali.

Hingga saat ini AHD telah menampung 571 pasien positif COVID-19. Keseluruhan pasien tersebut terbagi dalam dua kelompok yakni kelompok Solo Raya sebanyak 153 pasien dan kelompok Kabupaten Kudus sebanyak 418 pasien.

“Dan semua pasien ini totalnya berarti 571 yang ada di Asrama Haji Donohudan sehingga kapasitas kita masih tersisa 228,” ujarnya.

Dari 418 pasien yang berasal dari Kabupaten Kudus, terdapat 125 pasien yang baru datang Rabu (9/6/2021) malam. Diantara pasien yang datang tersebut, pihaknya telah merujuk dua pasien ke rumah sakit terdekat dan dua orang pada Kamis (10/6/2021) pagi untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Tadi malam pasien yang datang, kita rujuk dua orang kebetulan memang kondisinya membutuhkan perawatan yang lebih intensif dan pagi ini kita merujuk dua orang. Terakhir 12 terus sekarang tambah empat,” katanya.

Disinggung mengenai jumlah tenaga kesehatan yang bertugas di AHD, pihaknya telah bekerjasama dengan berbagai instansi. Sebanyak 18-19 tenaga kesehatan dan relawan siap 24 jam untuk untuk memberikan pelayanan kepada pasien. yds