Babak Baru Kasus Jaksa Gadungan, Penyetor Rp 305 Juta Diamankan Diduga Terkait Korupsi di Yogya

Penyetor uang ke jaksa gadungan (memakai kemeja biru) diklarifikasi tim dari Kejagung. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kasus penipuan berkedok jaksa gadungan yang berhasil dibongkar Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) dibantu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah memasuki babak baru. Tim berhasil memeriksa pemilik uang Rp 305 juta yang menjadi barang bukti dalam penangkapan jaksa gadungan, Rabu (25/8) malam.

Lelaki berinisial HS itu dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jateng untuk diperiksa sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (25/8) kemarin. Sekitar pukul 22.00 WIB ia dibawa keluar. Cepat-cepat HS yang memakai jaket dan topi masuk ke dalam mobil putih yang kemudian membawanya pergi dari kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan Semarang.

“Tim menemukan uang Rp 305 juta. Kami klarifikasi saudara H dan membenarkan uang itu dari yang bersangkutan,” kata Asisten Intelijen Kejati Jateng Emilwan Ridwan di kantor Kejati Jateng, Rabu (25/8) malam.

Direktur JAM Intel Kejagung, Johny Manurung kepada wartawan mengatakan diamankannya HS merupakan pengembangan penangkapan jaksa gadungan berinisial RR. HS terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan stadion di Yogyakarta. Dia berniat lepas dari jeratan hukum dengan membayar RR.

“Kebetulan ketemu RR, yang mengaku bisa mengamankan kasusnya. Tapi yang bersangkutan (HS) berarti sudah ada niat jahat mempengaruhi penyidik juga. Kami akan bawa yang bersangkutan ke Jakarta,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Kejagung dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah membekuk seorang jaksa gadungan pelaku penipuan hingga miliaran rupiah. Pelaku berinisial RR (53) asal Depok, Jawa Barat dibekuk di sebuah hotel di Kota Semarang Selasa dini hari.

“Indikasi penipuan mengatasnamakan dia jaksa. Dapat laporan dari seorang korban bernama Asep. Beliau laporkan ke kami beliau ditipu menjanjikan proyek di Bank Jawa Barat pusat dengan nilai Rp 40 miliar. Dia minta uang muka sebesar Rp 2 miliar,” kata Kasubdit Pengamanan Sumber Daya Organisasi Jamintel Kejakgung, Atang Pujiyanto, kepada wartawan di Semarang, Selasa (24/8/2021).

Dalam video penangkapan, terlihat petugas melihat isi mobil berisi pernak-pernik ala kejaksaan. Ditemukan juga kartu identitas palsu petugas Kejaksaan Agung RI dan Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri. Kemudian tampak pula seorang pria berkaos putih yang dipegangi petugas berusaha berkelit.

Selain itu ternyata ada uang di mobil tersebut sebanyak Rp 305 juta. Johny menjelaskan awalnya HS menjelaskan kalau uang Rp 5 juta itu tidak ada hubungannya dengan upayanya terbebas dari hukum dalam kasus yang menjeratnya. st