Kasi pidsus Kejari Demak yang baru Samsul Sitinjak saat serah terima jabatan, dan menyatakan siap menggebrak Kota Wlai dengan ungkap kasus Tipikor yang belum tersentuh. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com)- Rotasi jabatan terjadi di lingkungan Kejaksaan Negeri Demak. Dilantik sebagai  Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) baru menggantikan Intan Lasmi SH MH akhir pekan lalu adalah Samsul Sitinjak SH.

Sebagai pejabat baru, putera Batak ini berkomitmen bekerja dengan gebrakan-gebrakan khusus sehingga mampu mengungkap kasus-kasus pidana khusus di Kota Wali yang belum tersentuh. Utamanya tindak pidana korupsi yang melubatkan oknum pejabat perangkat daerah.

“Selama ini kasus korupsi di Kota Wali baru menyasar kepala desa, sementara potensi pejabat berbuat korup ada di semua tingktan, termasuk pejabat di atas kepala desa hingga pejabat tinggi,” ujarnya, Minggu (5/9).

Hanya saja Samsul Sitinjak tidak menjelaskan secara detail bentuk gebrakan-gebrakan yang disebutkan bakal menjadi hal baru. Kecuali komitmennya untuk tidak tebang pilih dalam penindakan kasus korupsi.

Lebih lanjut disebutkan, budaya korupsi masih kerap terjadi di semua tingkatan pemeritahan yang juga melibatkan pihak swasta. Memerangi perilaku yang sudah membudaya sedemian rupa memerlukan upaya dan perhatian serius dengan langkah serta penindakan yang tegas.

“Tentu ini bukan hal mudah, pasti banyak hambatan, rintangan dan tantangan. Tetapi harus terus berusaha tanpa kenal lelah, pantang mundur, pantang putus asa dan pantang menyerah  dalam menegakan keadilan hukum,” imbuh mantan Kasi Pidsus di Kejari Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau itu.

Menurutnya, rencana bidang pidsus ini kepada Kajari Demak. kajati Suhendra SH MH dikatakannya mendukung sepenuhnya  dan berpesan untuk bekerja profesional.

Saat bertugas di Kejari Kuansing, dia yang dipercaya sebagai ketua tim Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBK). Dua predikat dapat diraih di dua tahun berturut-turut, yakni Wilayah Bebas dari Korupsi(WBK) pada tahun 2019, serta predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani juga diraih Kejari Kuansing pada tahun 2020. Sementara di antara tindak pidana korupsi pengadaan alat peraga IPA berbasis digital pada tahun 2019. Rie-she